PPAD: Selesaikan Soal Nduga dengan Cara Terpadu

Jumat , 07 Desember 2018 | 13:55
PPAD: Selesaikan Soal Nduga dengan Cara Terpadu
Sumber Foto satryo yudhantoko
Letjen (Purn) Kiki Syahnakri

JAKARTA - Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) meminta agar penanganan aksi pembunuhan belasan pekerja proyek Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 1 Desember 2018 diselesaikan secara terpadu.

"Jadi kalau ditanya yang harus dilakukan apa? (Jawabnya) keterpaduan. Memadukan (solusi yang ada) itu bagaimana caranya," kata Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri kepada sinarharapan.co saat ditemui di Aula Soeryadi Gedung PPAD, di Jalan Kramat Raya, Jakarta Timur, Jumat (7/12/2018).

Pasalnya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menilai, adanya permasalah dasar yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh pemerintah. Yang paling medasar menurutnya adalah keadilan sosial.

"Jadi kejadian itu dirivasi aja dari masalah keadilan yang tidak bagus. Ada gium atau peribahasa bahwa keadilan sosial itu adalah alat keamanan yang paling ampuh. Jadi artinya di dalam masyarakat yang keadilan sosialnya sudah tinggi, bagus maka keamanannya juga akan baik. Maka harus dikejar itu," katanya.

Ia merinci masalah keadilan sosial yang ada di Papua. Pemerintah kurang memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Papua yang berada di posisi paling buncit dari 34 Provinsi di Indonesia.

"IPM itukan parameternya terdiri dari kemampuan ekonomi masyarakat, kesehatan dan pendidikan. Jadi diukur dari IPM Papua dan Papua Barat itu adanya di nomor satu dan nomor dua dari bawah seluruh Indonesia tingkat provinsi. Itu sudah jelas mereka menjadi daerah yang tertinggal di dalam hal keadilan sosial," Kiki menyebutkan.

Solusi yang ditawarkannya ke pemerintah adalah perlunya penanganan terpadu atas aksi keji KKB. "Ndak sepatutnya bisa hanya satu (institusi) saja, itu harus terpadu. Itu masalah pembangunan dilakukan Pemda. Masalah keamanan masyarakat dilakukan Polisi. Lalu kemudian masalah kelompok separatis bersenjatanya diselesaikan oleh militer. Ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri, harus terpadu," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR