Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Telusuri Keterlibatan Ipang Wahid

Selasa , 29 Januari 2019 | 14:10
Tabloid Indonesia Barokah, Bawaslu Telusuri Keterlibatan Ipang Wahid
Sumber Foto Dok/Ist
Fritz Edward Siregar

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memastikan segera menelusuri dugaan keterlibatan Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ipang Wahid, dalam produksi Tabloid Indonesia Barokah.

Penegasan itu disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar yang ditemui di Kantor RRI, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Dugaan keterlibatan Ipang Wahid itu pertama kali diungkapkan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Fritz mengatakan, pihaknya akan mencek itu."Kan harus dilihat dia benar atau tidak," katanya.

Ia menegaskan ranah Bawaslu dalam kasus Indonesia Barokah hanya pada keterlibatan kandidat, tim sukses, ataupun pelaksana pemilu. Hal itu diatur dalam Pasal 280 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pemilihan Umum.

Berdasarkan penelusuran Bawaslu, persebaran Indonesia Barokah sudah hampir ke seluruh Indonesia. Tabloid itu sudah ditemukan di Papua Barat, NTT, NTB, Bali, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. Yogyakarta jadi tempat sebaran paling besar.

Fritz menyebut Indonesia Barokah sebenarnya tidak memiliki unsur pidana pemilu. Sebab itu Bawaslu meminta keterlibatan kepolisian untuk ikut menelusuri tabloid tersebut.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi melaporkan tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers dan kepolisian karena dianggap menyudutkan pasangan nomor urut 02 itu.

Dewan Pers telah melakukan kajian dan menyimpulkan bahwa Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik. Sehingga Dewan Pers menyerahkan penindakan hukum ke kepolisian.

KOMENTAR