KSP: 88,4 Persen Masyarakat Bicara SARA

Senin , 11 Februari 2019 | 12:35
KSP: 88,4 Persen Masyarakat Bicara SARA
Sumber Foto satryo yudhantoko
Moeldoko

 

JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mendapatkan data survei Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) yang menyebut tingginya angka berita bohong atau hoax terkait Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Disebutkan sebanyak 88,4 Persen masyarakat ramai memperbincangkan jenis hoax tersebut.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko usai membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Mantan Panglima TNI itu menyatakan bahwa hoax menjadi tantangan yang terus menjamur di era media digital saat ini. Karenanya, pemerintah juga mengaku kesulitan untuk menetralisir kabar bohong, terutama yang menyebar di media sosial.

"Iya memang tidak mudah menghadapi hoax. Teapi penegakan law enforcement, kita sering berkoordinasi dengan Kapolri kita harus tegas. Karena menurut survei Mastel sebanyak 88,4 Persen masyarakat Indonesia berbicara dengan topik SARA," katanya.

Ia beranggapan kalau wabah hoax tidak ditangani secara tegas maka itu dapat menjadi sumber perpecahan di antara masyarakat. "Apalagi kalau didorong oleh keinginan hoax maka harus law enforcement. Tidak peduli dia siapa. Kalau memang harus dipenjarakan, penjarakan. Ga ada takut kita. Karena apa? Ini sumber perpecahan kalau tidak ditangani dengan tegas," Moeldoko mengungkapkan.

Hingga saat ini, ia menyebut pemerintah menggalakan pembenahan literasi medsos dengan cara mengajak anak-anak muda memahami arti pentong tentang kesadaran berita bohong dan berita aktual yang bersumber dari media terpercaya."Kita sering mengajak influencer baik anak-anak muda dari berbagai kalangan agar memeberi pemahaman atas regulasi dan tentang berita yang sesungguhnya benar atau tidak perlu diserap. Itu yang penting," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR