Mendagri: Pembakaran Mobil di Jateng Terorganisir

Senin , 11 Februari 2019 | 12:45
Mendagri: Pembakaran Mobil di Jateng Terorganisir
Sumber Foto satryo yudhantoko
Tjahjo Kumolo dan Moeldoko

JAKARTA - Aksi teror pembakaran kendaraan bermotor terutama mobil di wilayah Jawa Tengah (Jateng) disebut-sebut terkait persaingan dua pasangan capres-cawapres di Pemilu 2019. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo beranggapan kalau teror di basis suara Capres petahana Joko Widodo itu sebagai aksi teror yang diorganisir.

"Ini dilakukan oleh orang-orang yang enggak jelas apa motivasinya, tapi terorganisir. Bisa masuk kategori kelompok organisasi yang gelap. Arahnya merusak suasana, ketenteraman dan ketertiban," kata Tjahjo usai membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengaku sudah mengingatkan seluruh aparatur negara dan penegak hukum daerah untuk melakukan langkah preventif sejak setengah tahun lalu.

Namun dengan adanya kejadian pembakaran mobil sebanyak 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang sejak bulan lalu itu, ia memerintahkan seluruh aparatur pemerintahan dan penegak hukum daerah untuk kembali menggiatkan kegiatan Kamtibmas."Saya yakin ini akan terungkap. Apakah ini inisiatif sendiri, di gerakan, atau disuruh orang. Saya kira ini akan. Terungkap," ujarnya.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko beranggapan bahwa teror tersebut memiliki pola yang sama dengan teror orang gila yang terjadi menjelang Pemilukada 2018 silam. Yaitu untuk membuat isu-isu yang menyerang kubu lawan politik tertentu.

"Sangat mungkin untuk pemanasan. Tapi intinya kita tidak ingin membuat polemik, yang kita inginkan adalah memahami dan mendalami sebagian dengan sebagian lainnya. Seperti apa ini, tujuannya apa, siapa pelakunya dan motifnya yang paling penting," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load