Fadli Zon Sebut Jokowi Tiap Hari Buat Blunder

Selasa , 12 Februari 2019 | 14:50
Fadli Zon Sebut Jokowi Tiap Hari Buat Blunder
Sumber Foto satryo yudhantoko
Fadli Zon

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kembali menyinggung kelemahan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang ia sebut melakukan blunder politik di setiap tindak tanduknya. Ia menyebut kalau Jokowi telah mengalami krisis elektabilitas karena blunder yang ia lakukan.

"Sekarang ketika petahana memulai elektabilitasnya diangka yang sangat kecil 52, anggapalah 56 sebetulnya dia sudah kalah. Karena perolehan dia di 2014 saja itupun dengan berbagai macam laporan kecurangan, itu jadi 53, itu artinya tidak bergerak dari apa yang lima tahun lalu dengan sekarang," ujar Fadli dalam diskusi bertajuk "Jelang Pilpres Jokowi Blunder dan Panik?" di Seknas BPN Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Lebih lanjut, Fadli mengatakan kalau rendahnya elektabilitas Jokowi dikarenakan blunder-blunder politik yang dilakukannya. Ia memisalkan dengan peliputan awak media terhadap Presiden Jokowi yang bertamsya dengan keluarganya di Kebun Raya Bogor.

"Misalnya mau berikan pencitraan sebagai keluarga harmonis di Kebun Raya Bogor, tapi wartawannya terlalu banyak. Harusnya kan wartawannya 2 atau 3 nanti di share. Ini sampai 100 orang sehingga bocor pencitraan. Kalau dalam teori photo operation di pilpres Amerika Serikat itu memang ada teorinya untuk dapat impact bahwa kita memang keluarga harmonis. Lu dibikin rapih, ini dibikin pencitraan brutal karena tidak mengerti teorinya," dia menyebutkan.

Karena sikap blunder tersebut, sambung Fadli, kakek Jan Ethes itu tidak memiliki elektabilitas yang dominan naik, melainkan statis dibanding capres oposisi Prabowo Subianto.

"Karena janjinya enggak ditepati seorang petahana itu biasanya bicara imilah, yang sudah saya lakukan ini, keberhasilan saya ini, tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan. Kalau petahana kuat kaya SBY pada periode kedua dia memulai dengan cukup tinggi, maka dia lebih elegan dan santai tanggapi. Tapi kalau sekarang ini, dia seperti penantang yang menchalenge Prabowo, ini lucu. Sebenarnya ini terbalik, itu tanda kepanikan dan insyaallah tanda kemenangan Prabowo," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR