Akhirnya Direktur Krakatau Steel Pakai Rompi Orange

Sabtu , 23 Maret 2019 | 23:55
Akhirnya Direktur Krakatau Steel Pakai Rompi Orange
Sumber Foto Satryo Yudhantoko
Wisnu Kuncoro pakai rompi orange usai menjalani pemeriksaan di KPK.

JAKARTA- Tersangka penerima suap proyek pengadaan barang dan jasa PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro (WNU) resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi malam ini. Ia merupakan Direktur Teknologi dan Produksi dari perusahaan baja plat merah.

Wisnu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 23:00 WIB. Ia dikawal oleh tim pengamanan KPK dengan tangan diborgol. Rompi orange KPK pun telah melekat di tubuhnya. Ia resmi menjadi tahanan lembaga antirasuah.

Ditanya terkait uang suap yang diterimanya sejumlah Rp 20 juta, Wisnu enggan berkomentar. Pria berumur 56 tahun ini hanya menunjukan wajah pucatnya sembari menatap sejumlah wajah awak media yang mencecar pertanyaan.

Sebelumnya, dua tersangka lainnya yakni, Alexandre Muskitta (AMU) yang bertindak sebagai kepanjangan tangan Wisnu dan Kenneth Sutardja (KSU) sebagai pihak dari perusahaan swasta PT Grand Kertech, juga telah mengenakan rompi orange.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati mengatakan, Wisnu Kuncoro dan Alexandre Muskitta ditahan di satu rumah tahanan (rutan). Sedangkan, Kenneth Sutardja ditahan di rutan yang berbeda.

"WNU dan AMU ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih. KSU ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," dia menjelaskan.

Dalam kasus ini Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel Persero Wisnu Kuncoro, diduga menerima suap bersama-sama broker proyek Alexander Muskitta dari dua perusahaan swasta, yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro.

Alexander sebagai kepanjangan tangan Wisnu meminta Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech dan Rp100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro dari Group Tjokro.

Tanggal 20 Maret 2019, Alexander menerima cek sebesar Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang kemudian disetorkan ke rekeningnya sendiri. Selanjutnya, Alexander juga menerima uang 4 USD dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari Kenneth Sutardja. Uang tersebut kemudian juga disetorkan ke rekeningnya sendiri.

Barulah tanggal 22 Maret 2019, Alexander menyerahkan uang sebanyak Rp 20 juta kepada Wisnu di sebuah kedai kopi di pusat perbelanjaan di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. Saat itulah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap keduanya.

Atas perbuatannya itu, akhirnya KPK menetapkan Wisnu Kuncoro Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel serta Alexander Muskitta selaku broker sebagai tersangka suap.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu yang diduga sebagai pihak pemberi dari dua perusahaan swasta yakni Kenneth Sutardja dan Kurniawan Eddy Tjokro, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load