Dr Ahmad Fuad Afdhal Tutup Usia

Senin , 19 Agustus 2019 | 20:12
Dr Ahmad Fuad Afdhal Tutup Usia
Sumber Foto Dok/Ist
Ahmad Fuad Afdhal semasa hidup.

JAKARTA - Dr. Ahmad Fuad Afdhal meninggal dunia pada Senin (19/8/2019) sore pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kabar duka tersebut disampaikan putera almarhum, Rosano Afdhal (Cano) di Jakarta malam ini. Almarhum belakangan ini sakit dan terakhir harus cuci darah.

Almarhum sering menulis di Kompasiana dan sejumlah media massa. Selain penulis, almarhum juga dikenal sebagai peneliti, wirausahawan, eksekutif bisnis, pemimpin akademis dan alumni dari Sekolah Farmasi yang ulung. Dia mendapatkan gelar doktor di bidang sosial dan administrasi farmasi pada tahun 1983.

Dia telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dalam bidang akademis, bisnis, dan penelitian internasional dalam pharmacoeconomics. Almarhum pernah menjabat presiden bab lokal dari Masyarakat Internasional untuk Farmacoeconimic dan Hasil Penelitian.

Ahmad Fuad Afdhal adalah mantan presiden Institut Sains dan Teknologi Nasional di Jakarta. Di sini ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Kepala Departemen Farmasi. Ia tetap menjadi peneliti aktif sepanjang karier kepemimpinannya.

Dia secara luas diakui untuk penelitiannya tentang kualitas hidup dan analisis efektivitas biaya pengobatan tifoid, hepatitis C dan hipertensi. Afdhal telah menulis lima buku profesional dan banyak artikel di surat kabar dan majalah.

Almarhum adalah chief executive officer dari Pusat Studi Sosial-Ekonomi di Farmasi, serta Chief Executive Officer dari STRATOS, PT Tiga Cahya Fortuna, dan AFA Communications. Dia telah menjabat sebagai ketua nasional untuk Asosiasi Hubungan Masyarakat Indonesia, ketua Ikatan Alumni ITB Angkatar, dan anggota komite eksekutif dari Konsorsium ISPOR Asia.

Pada tahun 1995, Afdhal mendirikan perusahaan konsultannya sendiri di bidang hubungan masyarakat yang bekerja dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia mulai dari perbankan hingga farmasi. Dia tinggal di Indonesia tetapi Afdhal tetap terhubung dengan kuat ke University of Minnesota.

Dia tidak melupakan dampak manfaat luar biasa yang dimiliki Universitas terhadap kehidupannya. Afdhal adalah anggota seumur hidup dari Asosiasi Alumni dan kembali ke kampus ketika Departemen Farmasi Sosial dan Administrasi merayakan ulang tahun ke dua puluh lima. Dia adalah tamu yang datang paling jauh untuk acara tersebut.

Selain itu, Afdhal adalah duta besar setia Universitas. Dia memelihara koneksi dengan College of Pharmacy setiap bulan dan telah menjamu mahasiswa farmasi Universitas di Jakarta. Dalam menunjuk Afdhal sebagai penerima Distinguished Leadership Award for International, panitia seleksi mengutip prestasi kepemimpinannya yang luar biasa di Indonesia.

Almarhum telah mengambil pengalaman University of Minnesota dan menerjemahkan pendidikan itu ke dalam program pendidikan dan penelitian baru di Indonesia. Semua itu pada gilirannya menyebarkan penelitian hasil kesehatan dan farmasi sosial di seluruh Asia.

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load