Jokowi Janji Lanjutkan Program Pendirian Bank Wakaf Mikro dan BLK di Ponpes

Minggu , 24 Maret 2019 | 18:40
Jokowi Janji Lanjutkan Program Pendirian Bank Wakaf Mikro dan BLK di Ponpes
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Joko Widodo saat kampanye terbuka dihadapan majelis salafiyah Serang

SERANG - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan lebih memberdayakan seluruh potensi yang ada di pondok-pondok pesantren (ponpes), jika kembali terpilih menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat mengawali kampanye terbuka perdananya di hadapan ribuan ulama dan jamaah Majelis Salafiyah Banten yang memadati Aula Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu, (24/3/2019).

Selain mengembangkan kualitas pendidikan agar bisa setara dengan pendidikan umum, Jokowi juga akan melanjutkan program pendirian bank wakaf mikro yang saat ini sudah didirikannya di 44 ponpes. Program lainnya yang juga dijanjikan Jokowi adalah pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) di ponpes-ponpes yang ada di seluruh Indonesia.

"Bank mikro (sudah didirikan) di 44 ponpes. Tahun ini juga kita bangun BLK (Balai Latihan Kerja), komunitas untuk meningkatkan kualitas yang ada di ponpes," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta kepada masyarakat Banten untuk menangkal hoaks tentang dirinya, terutama mengenai isu kriminalisasi agama yang disampaikan lawan politiknya. "Jangan bilang saya kriminalisasi ulama. Kita tidak boleh diam, harus lawan, karena bisa bingung masyarakat," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Majelis Salafiyah Banten juga mendeklarasikan dukungan suaranya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dalam deklarasi yang dipimpin oleh Ketua Dewan Majelis Pesantren Salafiyah Banten KH Matin Syarkowi, menyatakan bahwa pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah yang terbaik untuk bangsa ini dan mereka akan mengerahkan seluruh potensi kekuatan agar pasangan calon 01 itu bisa menang mutlak di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, KH Matin Syarkowi juga meminta agar Jokowi segera merealisasikan pembangunan museum Kitab Kuning di Serang. "Kami mohon Banten punya sejarah dengan pesantren Salafiyah. Kita ingin sekali punya museum Kitab Kuning. Kenapa Kitab Kuning Pak, karena Salafiyah yang (saat masa penjajahan) merongrong mendukung kemerdekaan ini Pak," ujar KH Matin Syarkowi. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load