Amien Rais Kecele, Sejak 2014 Penghitungan Suara Dilakukan di KPU

Selasa , 26 Maret 2019 | 21:04
Amien Rais Kecele, Sejak 2014 Penghitungan Suara Dilakukan di KPU
Sumber Foto Dok/Ist
Komisi Pemilihan Umum
POPULER

JAKARTA - Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kecele. Ternyata sejak 2014 penghitungan suara dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bukan di Hotel Borobudur Jakarta Pusat.

Sebelumnya dalam sebuah diskusi di Gedung DPR Senayan Jakarta, Amien Rais meminta penghitungan suara Pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur dengan alasan banyak jin dan genderuwo.

Namun pernyataan tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung dipatahkan Komisioner KPU, Viryan Aziz ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (26/3/2019)."Tempat rekapitulasi hasil pemilu nasional pemilu 2014 itu di kantor KPU RI, 2019 nanti pun insyaallah dilakukan di kantor KPU RI. Enggak (di Hotel Borobudur) rekapitulasi di kantor KPU RI, kan bisa dicek di google rekapnya di mana," ujarnya.

Viryan mengatakan, rapat pleno perhitungan suara dilakukan secara terbuka. Sehingga menurutnya tidak menjadi masalah untuk penentuan tempat."Prinsipnya kan mekanisme rapat plenonya dilakukan secara terbuka, jadi tempat yang direspresentatif, lebih memungkinkan nggak ada masalah," katanya.

Ia juga menyebut, pihaknya telah memutuskan akan melakukan perhitungan suara di kantor KPU. Namun, Viryan menegaskan keputusan ini bukan berdasarkan adanya tuntutan atau permintaan.

"KPU sudah memutuskan di kantor KPU RI, ini sebenarnya nggak ada masalah tempat di mana pun. Tetapi KPU membahas kemarin rapat internal, di kantor KPU. Ini tidak ada kaitannya dengan pihak yang akan minta dimana, menolak dimana ini tidak ada kaitannya," tuturnya seperti dikutip detik.com.

Sebelumnya, Amien Rais meminta penghitungan suara pemilu tidak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta. Hal ini dikarenakan menurutnya di sana, banyak jin dan genderuwo."Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," kata Amien dalam sebuah diskusi di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Dia menyarankan agar penghitungan suara pemilu diselenggarakan di kantor KPU atau gedung DPR. Amien bicara soal hacker atau peretas."Lebih baik di KPU atau di DPR ya. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu," dia menegaskan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load