Wiranto: Gegara Hoax, 835 Mahasiswa Papua Eksodus

Senin , 09 September 2019 | 20:42
Wiranto: Gegara Hoax, 835 Mahasiswa Papua Eksodus
Sumber Foto Dok/Ist
Wiranto
POPULER

JAKARTA - Eksodus 835 mahasiswa asal Papua dan Papua Barat akibat dari provokasi dan informasi bohong. Ada pihak yang menyebar isu bahwa mahasiswa Papua-Papua Barat yang mengenyam pendidikan di luar daerahnya akan menerima tekanan dan ancaman.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan hal itu di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/9/2019)."(Eksodus) ini akibat dari adanya provokasi, akibat adanya informasi yang tidak benar," katanya.

Wiranto mengatakan, isu tekanan dan ancaman terhadap mahasiswa yang berasal dari Papua-Papua Barat adalah kabar bohong. Ia menyatakan, isu telah dibantah langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berdialog dengan mahasiswa yang telah melakukan eksodus.

Ia mengklaim mahasiswa dan orang tuanya menyesal telah mempercayai berita bohong dan berharap bisa kembali melanjutkan kembali pendidikannya.

Selain karena provokasi dan hoax, ia menyampaikan eksodus mahasiswa Papua-Papua Barat terjadi karena adanya imbauan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) saat kerusuhan melanda Papua-Papua Barat pada 23 Agustus 2019. Namun, ia mengklaim MRP telah mencabut imbauan itu.

"Yang menarik adalah, 9 September ini dari MRP memberikan seruan bagi mahasiswa Papua di semua kota studi di wilayah NKRI untuk tetap melanjutkan studi. Yang belum kembali, jangan kembali, lanjutkan studi," ujarnya.

Adapun mahasiswa yang telah kembali ke Papua-Papua Barat, ia berkata MRP mengimbau untuk segera kembali ke daerah tempatnya mengenyam pendidikan. Wiranto mengatakan jumlah mahasiswa yang telah melakukan eksodus cukup banyak, yakni 835 orang."Dan Panglima TNI sudah menjanjikan agar tidak ada kesulitan transportasi, beliau telah menyediakan dua Hercules C130 untuk mengangkut adik-adik kita, anak-anak kita kembali ke studi," dia menambahkan.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load