Tudingan Kecurangan Oleh KPU, Mahfud Md: Jangan Kembangkan Hoax!

Rabu , 24 April 2019 | 21:26
Tudingan Kecurangan Oleh KPU, Mahfud Md: Jangan Kembangkan Hoax!
Sumber Foto Satryo Yudhantoko
Mahfud Md

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud Md merasa terganggu dengan banyaknya tudingan kecurangan yang diarahkan sejumlah pihak kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, ia menilai kalau pihak-pihak tersebut seolah melampiaskan rasa ketidakpuasannya terhadap proses pemilu dengan cara-cara inkonstitusional dan bahkan menyebarkan hoax."Jadi akan ada forum hukum. Jangan bertindak sendiri-sendiri. Jangan mengembangkan hoax seakan di sini (di KPU-red) ada rekayasa," ujar Mahfud Md saat menyambangi Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Ia mengatakan kalau seharusnya pihak tersebut dan juga masyarakat bersikap tenang dalam merespon proses penghitungan suara yang sedang berjalan di KPU. Sebab jika tidak hal itu dapat merusak proses pemilu berjalan.

Menurut Mahfud, ada dua mekanisme hukum yang dapat digunakan pihak yang berkebaratan terhadap hasil pemilu.

Pertama, mekanisme hukum dalam arti penerapan peraturan. Hukum dalam arti penerapan peraturan ini diartikannya dengan melakukan pembandingan data antara yang disampaikan KPU dengan data yang dimiliki oleh pihak berkeberatan tersebut."(Itu bisa) nanti akan dibuktikan oleh KPU tanggal 22 Mei kira-kira. ini loh penerapannya. Silakan adu data. Semuanya itu ada nanti," dia menjelaskan.

"Kalau perlu mereka yang punya pembanding (data) buat aja situng sendiri, lalu (katakan) ini punya kami. Itu akan ketahuan juga (data yang disampaikan) apa palsu atau tidak. Karenakan sumbernya sama. Ditandatangani oleh orang yang sama di setiap form C1. Itu kan tanda tangan basah semua dan distempel basah," dia menambahkan.

Kemudian kedua, dengan cara mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi. "Nah kalau itu pun masih tidak dipercaya. Ada forum hukum dalam arti bukan penerapan, tapi dalam arti sengketa. Nanti mesti ada Mahkamah Konstitusi. Jadi semuanya masyarakat supaya tenang tentu harus mengawasi," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load