KPU Berharap Perancangan UU Pemilu Selanjutnya Dipercepat

Senin , 29 April 2019 | 21:03
KPU Berharap Perancangan UU Pemilu Selanjutnya Dipercepat
Sumber Foto Dok/SH
Ilham Saputra
POPULER
Jokowi Hadiri Rakarnas PDI Perjuangan Hari Ini PDI Perjuangan Gelar Rakernas di Jakarta

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap perancangan Undang-Undang untuk Pemilu selanjutnya nanti bisa disegerakan oleh pemerintah dan DPR terpilih. Sebab, penyelenggara pemilu membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mematangkan penyelenggaraannya.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Ilham Saputra saat ditemui di Kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (29/4/2019).
"Kami berharap betul nanti jika sudah dievaluasi, pemerintahan kedepan, siapapun Presiden dan DPR nya untuk kemudian menyiapkan UU pemilu jauh-jauh hari," ujarnya.

Ilham berpendapat, harapannya ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi di pemilu serentak 2019 ini. Proses persiapan penyelenggaraan pemilu hanya disediakan kurang lebih 2 tahun.

"Kalau kemarin UU 7 disahkan Agustus 2017, sementara pelaksanaan pemilihan April 2019. Dan ini pertama kali pemilu serentak. Anda bisa bayangkan range waktu kita melaksanaan UU dengan kerja yang luar biasa," katanya.

Ilham berharap agar pelaksanaan pemilu serentak 2019 kali ini dapat di evaluasi secara keseluruhan. Tidak menutup kemungkinan pula, KPU menerima masukan dari berbagai pihak terkait rencana penyelenggaraan pemilu kedepan. Termasuk tentang banyaknya petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit.

"Kami berharap seluruh masyarakat bisa memberikan masukan-masukan terhadap evaluasi ini. Baik NGO, LSM, kampus-kampus. Tadi ada FK UI (Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia) yang melakukan penelitian, apa sih yang terjadi? Apakah karena jam kerja luar biasa, atau tekanan depresi yang kuat. Ini kita harus cari tahu dulu," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load