“Justice Collaborator” Setnov Belum Jelas

Selasa , 06 Maret 2018 | 22:30
“Justice Collaborator” Setnov Belum Jelas
Setya Novanto

JAKARTA – Hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memutuskan apakah menerima atau tidak permohonan status "justice collaborator" yang diajukan Setya Novanto (Setnov).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/3/2018) mengatakan, pihaknya akan menyampaikan soal status tersebut pada saat agenda sidang dengan pembacaan tuntutan.

"Keputusannya nanti dapat disampaikan pada 22 Maret kalau jadi tuntutan dibacakan pada saat itu karena ini tahapan yang standar. Saya kira kalau mengacu pada surat edaran Mahkamah Agung posisinya juga sangat jelas tuntutan disampaikan terlebih dahulu baru kemudian nanti hakim juga akan mempertimbangkan lebih lanjut," ucap Febri seperti dikutip antaranews.com.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, KPK siap untuk mengikuti jadwal persidangan perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto yang direncanakan berlangsung setiap hari.

Sebelumnya, Ketua majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yanto menginginkan sidang e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto dapat berlangsung setiap hari agar tuntutan hukumannya dapat dibacakan pada 22 Maret mendatang.

"Minggu depan sidangnya setiap hari. Jadi nanti diagendakan tanggal 22 Maret sudah tuntutan," kata Yanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3/2018).

Hal itu disampaikan Yanto dalam sidang pemeriksaan e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto yang didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun dari total anggaran e-KTP sebesar Rp5,9 triliun.

Dalam perkara itu Setya Novanto diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek e-KTP.

Foto: Dok/Istimewa

KOMENTAR

End of content

No more pages to load