Ahli IT ITB Pro Prabowo-Sandi Sebut Inputan Data Situng Diorder

Selasa , 14 Mei 2019 | 21:47
Ahli IT ITB Pro Prabowo-Sandi Sebut Inputan Data Situng Diorder
Sumber Foto Satryo Yudhantoko
Slide show Khoirul Anas soal temuan C1 manipulatif.
POPULER
Besok Putusan MK, Wiranto: Masyarakat Tenang Karena Aparat Siaga Maksimal Tiba di Jakarta, Prabowo Langsung Gelar Pertemuan dengan Sandi Besok Wiranto, Panglima TNI Hingga Kapolri Pantau Putusan MK Hari Ini Prabowo Tiba Kembali di Tanah Air Moeldoko: Ada yang Belum Bisa Terima Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo

JAKARTA - Ahli Informasi dan Tekhnologi (IT) dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB), Khoirul Anas mengungkapkan sejumlah fakta temuan timnya terkait publikasi hasil penghitungan suara pilpres ke Sistem Informasi dan Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia menyatakan hal itu seusai acara bertema "Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Dalam temuan pertamanya, Anas menyebut kalau data yang diinput petugas Situng KPU adalah data orderan. "Dari tim data monitoring bisa dilihat ada yang tidak sesuai dengan matematik, ada yang jelas kesengajaannya, data order," katanya.

Ia mengambil contoh satu temuannya, di mana ada data perolehan suara untuk paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang dihapus. "Dan data yang dihapus ini 02 menang (seharusnya). Data diubah yang tadinya sudah ada diubah lagi, di mana 01 ditambah 02 dikurangi," ujarnya.

"Kemudian ada juga perubahan di angka kehadiran (pemilih di TPS) di mana 01 nya menang. Jadi disitu angka kehadirannya ditambah biasanya," tuturnya.

Sementara, dari hasil temuan tim screen monitoringnya, Anas menyebut ada ketidakwajaran dari hasil input data suara ke Situng KPU. "Ini robot yang saya ciptakan. Ini layar KPU yang saya capture perubahannya di setiap menit. Mulai dari daerah daerah semuanya. Jadi jangan khawatir kalau bapak ibu menemukan kecurangan. Inilah yang saya temukan," dia menyebutkan.

Lebih lanjut, Anas juga memaparkan hasil temuan tim C1 monitoringnya. Ia menyebut kalau form C1 yang diinput ke Situng adalah C1 yang dimanipulasi. "Ketika di scaning (C1 nya) harusnya gambar dan latar belakang gambarnya paralel, tapi di sini isinya nari-nari (berbayang). Artinya ini adalah terindikasi manipulatif (form C1 nya)," katanya.

"Ini proses filter negatif. Dari semua hasil scan di filter negatif hasilnya tidak bisa dibaca. Ini artinya (C1) hasil edit microsoft word. Ini adalah sumbangsih insan IT yang tidak ikhlas Prabowo Sandi dikalahkan. Pemilu yang harusnya jujur dikotori dengan kecurangan-kecurangan," dia menambahkan.(ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load