Hasto: Tak Ingin Menteri Jokowi Kampanye Jadi Capres 2024

Jumat , 18 Oktober 2019 | 14:55
Hasto: Tak Ingin Menteri Jokowi Kampanye Jadi Capres 2024
Sumber Foto Dok/Ist
Hasto Kristiyanto

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tidak menginginkan menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode kedua malah 'kampanye' untuk menjadi capres pada 2024.

Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi mengecek dengan seksama rekam jejak, karakter kepemimpinan, integritas, serta kemampuan sosok-sosok yang akan dipilih menjadi menteri di kabinet mendatang.

"Tak boleh ada menteri setelah dilantik tiba-tiba kibarkan bendera mau jadi presiden 2024. Semua harus setia dalam lima tahun ke depan," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2019).

Ia mempersilakan Jokowi memilih waktu yang tepat untuk mengumumkan kabinet pemerintahan mendatang.

Mengutip Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kementerian, menurutnya, Jokowi memiliki waktu maksimal 14 hari setelah dilantik sebagai Presiden untuk menyusun kabinet.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Hasto mengaku pengumuman susunan kabinet paling lambat akan dilakukan Jokowi pada Rabu (23/10/2019)."Presiden Jokowi yang paling tahu kapan momentumnya. Presiden punya waktu yang cukup tapi kita tahu karakter Pak Jokowi yang mau kerja cepat," kata Hasto seperti dikutip cnnindonesia.com.

Terkait porsi kementerian yang akan diberikan ke partai politik, Hasto tidak menyebut jumlahnya. Ia hanya berkata bahwa kuota menteri untuk PDIP harus lebih banyak dibandingkan partai politik lain."Semua kementerian penting dan strategis, tapi yang jelas PDIP paling banyak," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi mengaku tidak kesulitan mencari orang-orang berkualitas untuk ditempatkan sebagai menteri dalam kabinet periode pemerintahan 2019-2024. Menurutnya, banyak orang hebat di Indonesia."Tidak sulit menemukan mereka," kata Jokowi melalui akun Facebook Presiden Joko Widodo, Kamis (17/10/2019).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang hebat. Banyak yang mampu memimpin kementerian dan lembaga. Mereka juga senantiasa bersedia mengabdi kepada negara. Jokowi mengatakan orang-orang hebat itu berasal dari berbagai kalangan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load