Surat Wasiat Prabowo Singgung Kematian Demokrasi di Negeri Ini

Rabu , 15 Mei 2019 | 22:38
Surat Wasiat Prabowo Singgung Kematian Demokrasi di Negeri Ini
Sumber Foto Dok/Ist
Prabowo Subianto

JAKARTA - Apa isi surat wasiat yang hendak dibuat capres Prabowo Subianto?

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap sebagian isi surat wasiat itu. Katanya, isinya menyinggung kematian demokrasi di negeri ini.

"Iya memang ada unsur kematian. Demokrasi kita mati," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Dia lantas mengungkap alasan capres nomor urut 02 itu hendak menulis surat wasiat. Dahnil menyebutkan, surat wasiat ditulis lantaran Prabowo menilai situasi saat ini genting.

Dahnil berkata kegentingan itu berdasarkan apa yang dialami Prabowo , yang harus menghadapi beragam ketidakadilan pada Pemilihan Presiden 2019."Iya memang sedang genting. Hukum kita diinterpretasi, ada ketidakadilan, macam-macam. Memang genting," ujarnya.

Dahnil menjelaskan surat wasiat itu juga berisi pernyataan Prabowo yang akan terus berjuang bersama rakyat dalam Pilpres 2019.

Ia menyatakan, rakyat sedang dilanda ketakutan jika Prabowo bisa saja bersikap legawa seperti pada Pilpres 2014 lalu dan menerima kekalahan."Pak Prabowo ingin menyampaikan pesan bahwasanya saya akan terus memperjuangkan keadilan, akan terus memperjuangkan kedaulatan," tuturnya seperti dilaporkan cnnindonesia.com.

Dia mengatakan, dalam surat itu Prabowo akan bersikap teguh bersama rakyat untuk memperjuangkan kemenangan dan tidak mau menerima kekalahan."Termasuk melalui wasiat itu kalau terjadi apa-apa terhadap saya, saya ingin catatan bahwasanya saya tetap bersama rakyat," kata Dahnil menirukan ucapan Prabowo.

Prabowo mengungkapkan akan mengumpulkan sejumlah ahli hukum untuk menulis surat wasiat. Itu dikatakan Prabowo saat pidato dalam acara paparan dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya, Selasa (14/5/2019).

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load