AHY Ajak Semua Pihak Dewasa Terima Hasil Penghitungan Suara KPU

Rabu , 15 Mei 2019 | 23:00
AHY Ajak Semua Pihak Dewasa Terima Hasil Penghitungan Suara KPU
Sumber Foto Dok/Ist
Agus Harimurti Yudhoyono

BOGOR - Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak semua pihak bijaksana dan dewasa menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil penghitungan pemilihan legislatif maupun presiden tersebut akan diumumkan maksimal pada 22 Mei mendatang.

AHY menyatakan hal itu di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/5/2019) malam."Kami hadir tadi sore adalah untuk mengajak kita semua semakin yakin, semakin bijaksana semakin dewasa akan hasil yang akan kita terima," katanya.

AHY yang juga Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute bertemu dengan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid serta delapan kepala daerah membicarakan situasi setelah pemungutan suara 17 April lalu.

Delapan kepala daerah yang hadir antara lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkilfimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Lalu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

AHY melanjutkan dalam pertemuan yang berlangsung tertutup tadi pihaknya berbicara tentang situasi Indonesia belakangan ini. Ia mengatakan pihaknya menangkap keresahan dan kekhawatiran di berbagai daerah usai Pemilu 2019."Dari pertemuan yang kami lakukan kami menangkap banyak sekali kegelisahan dan kekhawatiran, apakah kemudian pasca-Pemilu 2019 ini kemudian bangsa kita menjadi semakin tersekat-sekat," ujarnya.

Menurut AHY, dirinya sempat berpikir bahwa 17 April lalu bisa menjadi momentum semua pihak saling merangkul. Namun, kata AHY, kenyataannya sampai hari ini perselisihan paham karena berbeda pilihan politik masih terjadi.

Melihat kondisi yang masih "tegang", AHY mengatakan dirinya bersama delapan kepala daerah dan Yenny berkumpul menyatukan hati dan pikiran. Ia berharap pertemuan ini menginspirasi masyarakat terutama generasi muda yang aktif dalam proses politik 2019.

"Mudah mudahan kita semua teguh pada upaya menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas yang lainnya. Jangan sampai perbedaan identitas kita. Membuat negara kita justru semakin terpecah, justru perbedaan itu merupakan kekuatan bangsa ini," tuturnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya selaku penggagas pertemuan ini mengatakan bahwa pihaknya membicarakan kondisi Indonesia setelah pemungutan suara 17 April lalu. Menurut Bima, pihaknya berharap agar proses pesta demokrasi ini diletakkan pada koridor hukum."Menyepakati agar selama hari-hari menjelang 22 Mei nanti terus mengokohkan kebersamaan. Meminimalisasi ruang-ruang terjadinya perpecahan," ujarnya.

Bima mengajak semua pihak menunggu proses penghitungan suara yang masih dilakukan oleh KPU. Menurutnya, hasil penghitungan suara yang diumumkan KPU pada 22 Mei nanti sebagai keputusan yang sah secara konstitusi."Tentunya kalau masih ada hal-hal yang ditafsirkan berbeda atau gugatan kita melihat harus diserahkan kepada proses hukum yang berlaku sesuai dengan hukum positif dan konstitusi di Indonesia," dia menambahkan.



Sumber Berita: Cnnindonesia.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load