Yusril: Tuduhan Kecurangan Pemilu 2019 Prabowo Wajib Dibuktikan! 

Rabu , 15 Mei 2019 | 23:20
Yusril: Tuduhan Kecurangan Pemilu 2019 Prabowo Wajib Dibuktikan! 
Sumber Foto Merdeka.com
Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA - Sikap capres Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 terus mendapat tanggapan dari pelbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.  

Apa kata Yusril Ihza Mahendra soal sikap Prabowo Subianto itu?

Yusril Ihza Mahendra menyebut tuduhan kecurangan tersebut wajib dibuktikan. Ia menyatakan hal itu saat ditemui saat berbuka bersama di kediaman Osman Sapta Odang, Jalan Karang Asem Utara, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

"Kalau kita menuduh ada kecurangan, kita wajib membuktikan kecurangan itu ada. Bukan orang lain yang menyanggahnya. Jadi harus kita yang membuktikan kecurangan itu," katanya.

Yusril juga berbicara mengenai people power. Dia menyebut pemerintahan yang tidak terlegitimasi hanya akan menciptakan kegaduhan."Tanpa itu (proses yang konstitusional), pemerintah tidak pernah legitimate. Pemerintah yang tidak legitimate itu hanya akan menciptakan chaos yang tidak akan habisnya," dia menjelaskan seperti dikutip detik.com.

Menurut dia, tindakan Prabowo dan kubunya yang menolak hasil penghitungan KPU serta menolak mengajukan protes melalui Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan memberikan pengaruh terhadap hasil pemilu tanggal 22 Mei mendatang.

"Pada akhirnya bentuk konstitusional adalah MK. Kan yang bisa menyatakan siapa yang menang dalam pemilu itu kan KPU. Jadi, kalau misalnya nanti MK memutuskan kalau ada sengketa, ya yang ini dapat sekian, yang ini dapat sekian. Kan tindak lanjutnya dilakukan oleh KPU," ujarnya.

Yusril menekankan presiden terpilih diputuskan berdasarkan hasil penghitungan KPU yang kemudian dilegalkan oleh MK. Ia menyebut tak ada gunanya mengklaim kemenangan secara sepihak kalau tidak akan dilantik oleh MPR."Justru kan kalau diputuskan KPU, dia legitimate, apalagi diputuskan oleh MK. Tapi ya kalau orang ngaku 'saya menang. jadi presiden' tapi tidak dilantik MPR, tidak ada gunanya," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load