Fahri Hamzah: Nggak Ada yang Namanya Makar Pakai Mulut

Kamis , 16 Mei 2019 | 14:12
Fahri Hamzah: Nggak Ada yang Namanya Makar Pakai Mulut
Sumber Foto Dok/Ist
Fahri Hamzah

JAKARTA - Masih di seputar tindak pidana makar. Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan, pernyataan yang keluar dari mulut seseorang tidak bisa dikategorikan tindak pidana makar.

Ia mengatakan, makar dulu tercantum dengan sebutan aanslag. Seiring perjalanan waktu aanslag dengan mulut telah dihapus dari aturan perundang-undangan di Indonesia.

"Makar itu pasal itu namanya aanslag. Aanslag itu dua, aanslag oleh mulut dan aanslag dengan senjata. Aanslag pakai mulut itu sekarang sudah dihapus dalam undang-undang kita setelah konstitusi ini. Enggak ada lagi yang namanya makar pakai mulut, yang ada makar pakai senjata," katanya di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia menjelaskan tindak pidana makar hanya bisa menjerat pihak menggunakan senjata baik dalam hal memobilisasi, penyelundupan, hingga rencana pembunuhan.

Menurut dia, setiap pernyataan yang keluar dari mulut sudah aman dari jerat pidana makar saat ini."Pakai senjata bukan pakai mulut. Jadi mulut ini sudah enggak ada pidananya lagi sekarang, mulut ini sudah enggak ada pidananya sekarang," ujarnya.

Fahri pun membantah ucapan sejumlah tokoh yang dijerat pidana dalam beberapa waktu ke belakang disebut dapat memprovokasi masyarakat."Sudahlah mulut tuh udah enggak bisa dipidana, dalam demokrasi enggak perlu dipidana, ini enggak ada bahayanya. Dalam demokrasi enggak ada bahayanya," katanya.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah tokoh pendukung capres penantang Prabowo Subianto dijerat kasus makar yang ditangani kepolisian. Beberapa contoh adalah politikus PAN sekaligus tokoh 212 Eggi Sudjana, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, dan politikus Partai Gerindra Permadi. Termutakhir adalah kasus video viral saat demonstrasi di depan gedung Bawaslu yang mengungkapkan perkataan seorang demonstran, HS, yang siap memenggal kepala Jokowi.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load