Wiranto: Demi Allah Tidak Ada Niat Pemerintah Curangi Pemilu

Kamis , 16 Mei 2019 | 17:40
Wiranto: Demi Allah Tidak Ada Niat Pemerintah Curangi Pemilu
Sumber Foto Dok/Ist
Wiranto

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bersumpah pemerintah tidak melakukan konspirasi dengan penyelenggara pemilu untuk memenangkan salah satu pasangan calon pada Pilpres 2019.

Pernyataan itu disampaikan Wiranto menanggapi tudingan kecurangan pemilu secara terstruktur, sistematis, masif, dan brutal. Menurutnya, pemilu kali ini berlangsung sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Saya berani bersumpah di bulan puasa ini demi Allah Yang Maha Kuasa, tidak pernah ada niatan, pemikiran, tindakan, 'eh Pak KPU sini ya kita rundingan, kita menangkan paslon nomor sekian'. Tidak pernah ada," ujar Wiranto di hadapan peserta Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Wiranto tidak mengelak bahwa ada kekurangan yang terjadi selama pemilu, seperti kekeliruan hingga kecurangan. Akan tetapi, ia menuturkan hal tersebut seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam UU seperti di Bawaslu, DKPP, hingga MK.

Ia mengajak semua pihak untuk menyadarkan masyarakat bahwa pemilu sudah selesai. Ia berharap semua pihak juga menghormati keputusan yang dikeluarkan oleh KPU."Kalau tidak puas ada lembaganya. Kalah menang, kan biasa," ujarnya seperti dilansir cnnindonesia.com.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso meminta agar KPU menghentikan sistem penghitungan suara dan penghitungan suara manual yang saat ini tengah berjalan.

BPN menilai terjadi kecurangan dalam penghitungan surat suara pemilu.

"Ya, substansinya agar KPU menghentikan penghitungan suara pemilu yang kami anggap curang, terstruktur, sistematis, dan masif," kata Djoko di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

KOMENTAR

End of content

No more pages to load