KPU Bantah Percepat Penetapan Hasil Rekapitulasi Nasional Hindari 22 Mei

Selasa , 21 Mei 2019 | 01:47
KPU Bantah Percepat Penetapan Hasil Rekapitulasi Nasional Hindari 22 Mei
Sumber Foto SH/Satryo Yudhantoko
Arief Budiman
POPULER

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membantah upayanya dalam mempercepat penetapan hasil rekapitulasi suara tingkat nasional adalah untuk menghindari agenda politik paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang digelar 22 Mei 2019.

Menurut Arief, mempercepat penetapan sama dengan mengikuti keinginan rakyat. "Sebetulnya kan publikan berharap juga ini segera diputuskan. Loh kalau kami bisa melakukan jauh lebih cepat tentu kami (juga) senang ya," katanya saat ditemui di sela-sela skors rapat pleno rekap nasional di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Ia menegaskan bahwa penetapan yang dilanjukannya hari ini adalah proses awal dari penetapan hasil pemilu. Sebab masih ada satu proses penetapan calon terpilih yang baru akan dilaksanakan usai menunggu tiga hari masa pengajuan sengketa pemilu.

"Jadi teman-teman jangan salah, yang kita lakukan malam ini adalah penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara. Setelah itu tiga kali 24 jam akan ada kesempatan, akan ada waktu untuk mereka yang mau mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi," dia menjelaskan.

Jika tidak ada sengketa, lanjut Arief, KPU akan menetapkan calon terpilih pada sekitar 25 hingga 27 Mei 2019. "Nah kalau sampai tanggal 24 tidak ada pengajuan sengketa maka KPU tiga hari berikutnya (tanggal 25, 26, 27 Mei) punya kesempatan untuk menetapkan calon terpilih untuk paslon sama DPD," dia menambahkan.

Sejak Jumat (10/5/2019) hingga Selasa dini hari ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara pemilu untuk 34 provinsi dan 130 wilayah luar negeri. Saat ini KPU memberlakukan skors terhadap rapat pleno selama setengah jam guna menyiapkan dokumen hasil rekapitulasi keseluruhan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load