Sri Mulyani Sebut Suahasil Nazara Sosok Wamen yang Dibutuhkan Kemenkeu

Jumat , 25 Oktober 2019 | 20:45
Sri Mulyani Sebut Suahasil Nazara Sosok Wamen yang Dibutuhkan Kemenkeu
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Sertijab Wamenkeu di Jakarta.

JAKARTA - Suahasil Nazara yang tadinya menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Wakil dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri sendiri memberikan pesan-pesannya kepada Suahasil.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengakui kalau Suahasil merupakan orang yang tepat menjadi wakilnya di periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Sebab sesuai kebutuhan Kemenkeu dan sesuai kualifikasinya.

Namun demikian, dalam pidatonya di acara serah terima jabatan Wamenkeu sore tadi, Sri menyampaikan sejumlah hal yang patut diperhatikan oleh Suahasil, yakni terkait tantangan ekonomi kedepan yang diprediksi sulit.

"Ke depan tantangan ekonomi tidak mudah, setiap zaman ada pimpinannya, ini ekonomi global dan arah kebijakan fiskal. Yang mengutamakan instrumen fiskal, penerimaan negara, pembiayaan, kekayaan dan inovasi dan keluar dari rutinitas," katanya di Kantornya, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Selain itu, Menkeu yang akrab disapa Ibu Ani itu menegaskan bahwa dengan terpilihnya Suahasil sebagai wakilnya, bukan berarti rutinitas lembaga bendahara negara itu menjadi monoton. Justru, dengan melihat tantangan global dan target ekonomi yang ditetapkan Presiden 5 tahun ke depan, menuntut Kemenkeu untuk bekerja lebih keras kedepan.

"Jadi saya akan terus menerus meminta Kemenkeu agar makin lincah karena tantangan tidak mudah. Saya harapkan ke bapak Suahasil, bisa bekerja dengan emotional intelligence dan empathy," pungkasnya.

Adapun dalam pidatonya, Suahasil menyampaikan hal yang sependapat dengan menterinya. Di mana pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat bakal mempengaruhi perekonomian domestik RI.

Karena itu, ia mengajak semua jajaran Kemenkeu untuk bekerjasama mengantisipasi ancaman resesi dan dampak dari pertumbuhan ekonomi global yang lemah tersebut.

"Tantangan perekonomian kita pada saat ini kondisi ekonomi global, kurang begitu baik, malah sangat foletile, kemudian juga antisipasi terhadap outcome dari ekonomi dunia juga belum begitu cerah. Tahun ini maupun tahun depan, itu akan terefleksi pada kondisi ekonomi Indonesia. Kalau terefleksi pada perekonomian Indonesia, dia terefleksi di pertumbuhan kita, di variabel ekonomi makro kita, dan di APBN kita," sebutnya.

"Sehingga kita harus bisa menjaga itu semua, supaya kita bisa melewatinya dengan stabil. Kita tetap menginginkan stabilitas, APBN tetap kita jaga, jalankan dan harus memberikan manfaat atau dampak maksimal pada efek pertumbuhan dan dapat memberikan dampak maksimal kepada pengurangan kemiskinan, ketimpangan dan penciptaan lapangan kerja itu harus kita jaga," imbuhnya. (Ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load