Sandi: Belum Ada Pertemuan Prabowo dengan Jokowi

Sabtu , 25 Mei 2019 | 20:30
Sandi: Belum Ada Pertemuan Prabowo dengan Jokowi
Sumber FotoDok/Ist
Sandiaga Uno
POPULER
Besok, PA 212 dan FPI Tetap Gelar Aksi di Sekitar MK Prabowo Disebut Menjadi Wantimpres di Pemerintahan Jokowi JK: Tidak Pantas Halalbihalal di Depan MK Hari Ini Prabowo Tiba Kembali di Tanah Air Moeldoko: Ada yang Belum Bisa Terima Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo

JAKARTA - Cawapres Sandiaga Uno menegaskan belum ada pertemuan antara capres Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi). Namun, Prabowo disebut Sandiaga menegaskan pentingnya silaturahmi.

Sandiaga mengatakan hal itu kepada wartawan usai pertemuan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019)."Tadi saya klarifikasi tidak benar itu (pertemuan Prabowo-Jokowi kemarin, red). Tapi tentunya Pak Prabowo menyampaikan bahwa silaturahim sangat baik khususnya di bulan suci Ramadhan," katanya.

Menurut dia, Prabowo sudah berulang kali bicara mengenai pentingnya silaturahmi. Tapi bukan berarti momen itu menunjukkan Prabowo "menyerah" soal hasil Pilpres.

Sandiaga sendiri mengaku masih menunggu kesediaan cawapres Ma'ruf Amin untuk bersilaturahmi. "Saya masih menunggu kesediaan beliau. Tentunya sekarang ini fokus kita masuk ke persiapan untuk MK. Insyaallah di bulan suci Ramadhan ini sangat baik dan terbuka," katanya seperti dikutip detik.com.

Sedangkan saat ini, Prabowo sambung Sandiaga ini masih berfokus pada gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pertemuan di kediaman Prabowo juga membahas persiapan persidangan di MK dengan melibatkan para ahli.

"Tadi tanya beliau langsung karena titip pertanyaan tidak ada pertemuan kemarin dan tentunya Pak Prabowo sekarang memfokuskan kepada langkah kita di MK. Sampaikan kepada masyarakat percayailah keputusan ini adalah keputusan yang tepat sesuai dengan konstitusi kita ingin tahapan ini berlanjut," ujarnya.

Gugatan hasil Pilpres ke MK ditegaskan Sandiaga merupakan salah satu upaya hukum untuk memperbaiki Pemilu yang jujur dan adil. Upaya ini sesuai konstitusi.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load