Warga AS Tolak Kebijakan Imigrasi Trump

Minggu , 01 Juli 2018 | 13:55
Warga AS Tolak Kebijakan Imigrasi Trump
Sumber Foto AP
Ribuan warga AS turun ke jalan protes kebijakan imigrasi Trump.
POPULER

WASHINGTON - Ribuan demonstran, Sabtu (30/6/2018) turun ke jalan di kota-kota besar Amerika Serikat memprotes kebijakan imigrasi Donald Trump. Mereka menuntut reunifikasi keluarga yang terpisah di perbatasan dengan Mesiko.

Tepat di seberang Gedung Putih, pengunjuk rasa memenuhi alun-alun Taman Lafayette dengan suasana sedih dan marah, sebelum menuju ke Capitol.

Kerumunan demonstran juga dapat dilihat di Boston, Chicago, Los Angeles, New York, dan Portland. Para selebritas juga ikut dalam demo ini mulai dari Alicia Keys dan Lin-Manuel Miranda yang muncul di Washington dan John Legend di Los Angeles.

"Kami tidak percaya perbatasan, kami tidak percaya pada dinding," kata Sebastian Medina-Tayac, dari Suku Piscataway, Indian, menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol dalam demo yang diberi nama "Families Belong Together" atau "Keluarga Saling Memiliki."

Pengeras suara menyiarkan suara tangisan seorang anak yang terpisah dari kerabatnya, ketika seorang Ibu asal Brazil bercerita tentang ia terpisah dari putranya.

"Aku melewatkan sembilan bulan hadir dalam hidupnya dan itu seharusnya tidak pernah terjadi," kata wanita tersebut yang hanya menyebutkan namanya Jocelyn. Kasusnya sudah lama sebelum praktik pemisahan keluarga yang intensif pada bulan Mei.

"Malu! Malu!" teriak kerumunan demonstran dengan suhu diatas 33 Celcius.

Presiden tidak dapat mendengar teriakan dari para demonstran, karena Trump berada di Bedminster, New Jersey di Trump National Golf Club untuk menghabiskan harinya.

Di sana juga, para pengunjuk rasa berkumpul di jalanan tersebut dengan papan bertuliskan tentang kebijakan imigrasi Trump."Orang yang mencari tempat perlindungan bukanlah penjahat," kata salah satu papan tersebut.

Trump menggunakan twitter-nya untuk membela kebijakan imigrasinya.“Ketika orang-orang datang ke Negara kita secara ilegal, kita harus segera membawa mereka keluar tanpa melalui prosedur yang legal selama bertahun-tahun," tulis Trump melalui Twitter-nya.

Dimulai pada awal Mei, dalam upaya untuk menghentikan arus pulihan ribu imigran setiap bulan ke perbatasan di sebelah Selatan AS, Trump memerintahkan penangkapan orang dewasa yang melintasi perbatasan secara ilegal, termasuk mereka yang mencari tempat pengungsian.

Banyak yang mencoba menyeberangi perbatasan AS-Meksiko adalah orang miskin, melarikan diri dari kekerasan para geng dan kekacauan lainnya di Amerika Tengah. Akibat dari tindakan keras Trump, anak-anak yang putus asa dipisahkan dari keluarga mereka, menurut foto-foto yang disebarkan secara luas, anak-anak tersebut dikurung yang dipagari dengan rantai, memicu kemarahan di dalam negeri dan global.

Sekitar 2.000 anak-anak terpisah dari orang tua mereka, menurut angka resmi yang dirilis akhir pekan lalu.(ap/reuters)

KOMENTAR