Malaysia Gerebek Pesta Seks, 3 WNI Terjaring  

Selasa , 10 Juli 2018 | 11:17
Malaysia Gerebek Pesta Seks, 3 WNI Terjaring   
Sumber Foto Bernama
Para tersangka pesta seks yang digerebek Kepolisian Malaysia.

KUALA LUMPUR – Sedikitnya 68 orang termasuk tiga perempuan warga negara Indonesia terjaring kepolisian Malaysia. Mereka digerebek saat menggelar pesta seks dan narkoba di kondominium di Kuala Lumpur.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur, Mazlan Lazim seperti dikutip kantor berita Malaysia, Bernama, Selasa (10/7/2018) mengatakan,  dua penggerebekan digelar secara terpisah pada Selasa (3/7/2018) dan Jumat (6/7/2018) lalu.

Ia menyebutkan, sedikitnya 15 orang ditangkap dalam penggerebekan pertama di sebuah kondominium di Jalan Ceylon, Kuala Lumpur. Mereka yang ditangkap terdiri atas sembilan pria dan enam wanita, yang berusia 19-44 tahun."Di antara mereka yang ditahan terdapat empat pria yang merupakan warga negara Thailand dan dua wanita Indonesia, sementara sisanya merupakan warga lokal," katanya.

Pihaknya juga menemukan 4 ribu butir pil Erimin-5 dan 19 pil ekstasi.

Dalam penggerebekan kedua yang digelar di sebuah kondominium di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, polisi menangkap sebanyak 53 orang yang berusia 14-29 tahun."Selama penggerebekan, kami menemukan enam pria dan tiga wanita di ruangan pertama, sedangkan 23 pria dan 21 wanita berada di ruangan kedua, diyakini sedang melakukan aktivitas seksual," tuturnya.

Dia menyebutkan, remaja 14 tahun yang ditahan merupakan warga negara Indonesia, dan polisi juga menyita sejumlah pil ekstasi. Disebutkan, tersangka yang ditangkap merupakan sindikat yang biasa menggelar berbagai aktivitas terkait seks dan narkoba yang melibatkan para remaja. Aktivitas semacam itu diiklankan via aplikasi pesan WeChat.

"Mereka menggunakan modus operandi ini karena remaja tidak diperbolehkan masuk ke pusat hiburan. Jadi mereka menyewa kondominium dan mengelar pesta semacam itu dan remaja yang ingin bergabung dikenai biaya 100 Ringgit hingga 200 Ringgit (Rp 356 ribu - Rp 713 ribu)," dia menambahkan.

KOMENTAR