59 Tewas Akibat Topan Mangkhut di Filipina

Senin , 17 September 2018 | 10:45
59 Tewas Akibat Topan Mangkhut di Filipina
Sumber Foto AFP
Petugas menyingkirkan pohon yang tumbang akibat topan Mangkhut di Filipina.

MANILA - Korban tewas akibat topan Mangkhut di Filipina bertambah menjadi 59 orang. Otoritas Filipina memulai proses pemulihan dan penghitungan dampak kerusakan usai topan Mangkhut bergerak ke wilayah Hong Kong dan China.

Kantor Berita AFP, Senin (17/9/2018) melaporkan, topan Mangkhut meninggalkan kerusakan di Pulau Luzon, yang merupakan pulau terbesar dan terpadat di Filipina. Topan ini memicu banjir yang menggenangi rumah warga dan membawa angin kencang yang menumbangkan pepohonan. Hujan deras yang dipicu topan ini juga memicu tanah longsor di sejumlah lokasi.

Otoritas Filipina mulai melakukan penghitungan terhadap kerusakan yang dipicu topan Mangkhut di Luzon. Pada Minggu (16/9/2018) malam waktu setempat, kepolisian setempat melaporkan lonjakan jumlah korban tewas. Sejauh ini dipastikan 59 orang tewas di Filipina akibat terjangan topan Mangkhut.

Bertambahnya jumlah korban tewas ini terjadi setelah lebih banyak korban longsor ditemukan. Beberapa korban tewas ditemukan tertimbun longsor, termasuk satu keluarga yang terdiri atas empat orang.

Otoritas setempat menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan upaya menggali timbunan longsor untuk mencari puluhan pekerja tambang yang dikhawatirkan tertimbun di koa Baguio. Rumah yang ditinggali para pekerja tambang itu diterjang longsor akibat topan Mangkhut.

Dampak topan Mangkhut juga dirasakan di kota Baggao, dengan laporan bahwa topan ini menghancurkan rumah-rumah, menerbangkan atap dan menumbangkan tiang listrik. Sejumlah ruas jalan terblokir akibat tanah longsor dan beberapa wilayah tergenang banjir.

Para petani di wilayah Luzon bagian utara yang dikenal akan produksi beras dan jagung juga terkena dampak topan Mangkhut. Lahan pertanian mereka digenangi banjir yang diwarnai lumpur. Ini berarti mereka gagal panen besar-besaran."Kami sudah miskin dan ini terjadi pada kami. Kami hilang harapan. Kami tidak punya cara lain untuk bertahan hidup," ucap salah satu petani bernama Mary Anne Baril (40).

Setiap tahunnya, Filipina diterjang sekitar 20 topan dan badai yang tak jarang memicu kerusakan juga korban jiwa. Topan Mangkhut menjadi topan ke-15 dan yang terdahsyat menerjang Filipina sepanjang tahun ini.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load