AS Mulai Bombardir Suriah

Sabtu , 14 April 2018 | 09:25
AS Mulai Bombardir Suriah
Sumber Foto AP
Serangan militer AS di Suriah dimulai.
POPULER

DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu (14/4/2018). Suara ledakan keras bergema di seantero Ibu Kkota Suriah, Damaskus.

Titik-titik merah terlihat beterbangan dari darat ke langit, yang terlihat sebagai pertahanan udara terhadap serangan AS itu.

Sebelumnya, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert pada Jumat (13/4/2018) mengatakan AS memiliki "keyakinan tingkat yang sangat tinggi" bahwa Suriah bertanggung-jawab atas serangan kimia baru-baru ini.

Nauert mengatakan di dalam siaran pers bahwa AS memiliki bukti Pemerintah Suriah berada di belakang serangan itu, dan akan "terus mengumpulkan keterangan dan terus menilainya"."Saya bisa memberitahu ini kepada kalian. Suriah bertanggung-jawab. Kita semua memiliki kesepakatan," kata wanita juru bicara tersebut.

"Kita bisa mengatakan Pemerintah Suriah berada di belakang serangan ini." Namun ia menolak untuk memperlihatkan bukti, dan mengatakan itu "sensitif".

Wanita juru bicara tersebut juga membantah tuduhan Rusia dalam pertemuan PBB pada Jumat pagi bahwa Inggris berada di belakang serangan di Suriah, dan menyatakan Moskow berusaha sepenuhnya mengubah cerita dan "memutar-balikkannya"."Inggris, saya yakin, sama sekali tak memiliki hubungan dengan ini," ia menambahkan.

"Ini adalah penilaian Pemerintah AS, Pemerintah Inggris, Pemerintah Prancis."

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Lgor Konashenkov mengatakan, "Kami memiliki bukti yang membuktikan Inggris secara langsung terlibat dalam pengaturan provokasi di Douma ini."

Para pegiat dan gerilyawan di Suriah menyatakan pasukan Suriah "menggunakan gas klorin dalam serangan pada 7 April terhadap Douma di daerah yang dikuasia gerilyawan di dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus".

Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan tersebut dan menyebut laporan itu adalah berita palsu yang digunakan Barat untuk membenarkan serangan terhadap negara Arab tersebut.(ant/xinhua/oana)

KOMENTAR