PM Ethiopia Dianugerahi Nobel Perdamaian 2019

Sabtu , 12 Oktober 2019 | 08:33
PM Ethiopia Dianugerahi Nobel Perdamaian 2019
Sumber Foto AP
Abiy Ahmed

JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Ethiopia, Abiy Ahmed, dianugerahi Nobel Perdamaian 2019. Dia dianggap berhasil dalam meredam konflik sengketa perbatasan dengan Eritrea yang telah berlangsung selama dua dasawarsa.

Selain upaya meredam konflik, Institut Nobel Norwegia menyatakan Abiy dianggap berhasil dalam melakukan reformasi pemerintahan Ethiopia.

Meski demikian, sejumlah kalangan mengkritik pemberian Nobel Perdamaian kepada Abiy. Menurut mereka komite Nobel terburu-buru dalam melakukan itu, tetapi hal itu dibantah oleh mereka.

"Sekarang saatnya upaya Abiy Ahmed mendapat perhatian dan layak didukung," demikian pernyataan Institut Nobel Norwegia seperti dilansir AP.

Kantor Perdana Menteri Ethiopia menyambut penghargaan itu melalui cuitan di Twitter."Kami bangga sebagai bangsa," demikian isi cuitan Abiy.

Menurut Institut Nobel Norwegia, penghargaan itu melambangkan mereka hendak mendukung proses yang tengah berjalan.

Komite Nobel juga menyatakan Abiy dianggap berhasil membantu meredam konflik yang terjadi di sejumlah negara tetangganya. Antara lain Eritrea dan Djibouti, Kenya dan Somalia, serta konflik internal di Sudan.

Walau demikian, situasi di dalam negeri Ethiopia juga belum benar-benar stabil. Sejumlah pertikaian masih kerap terjadi antara berbagai kelompok, terutama yang pro dan kontra terhadap kebijakan reformasi yang digaungkan Abiy.

Hingga saat ini tercatat sudah ada 99 pihak, baik individu dan 24 organisasi, penerima Nobel Perdamaian yang dilakukan sejak 1901. Penganugerahan itu dilakukan khusus di Ibu Kota Oslo, Norwegia.

Setiap pemenang mendapatkan uang sebesar US$918 ribu (Rp12,9 miliar), sebuah medali emas dan sertifikat.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load