Topan Habigis Mengamuk, Jepang Siaga Bencana

Sabtu , 12 Oktober 2019 | 18:57
Topan Habigis Mengamuk, Jepang Siaga Bencana
Sumber Foto AP
Topan Habigis melanda wilayah Jepang.

TOKYO - Topan Hagibis yang menerjang Jepang mengakibatkan satu orang tewas. Badai itu juga membawa curah tinggi ke sejumlah wilayah termasuk Tokyo.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan bencana per Sabtu (12/10/2019) menyusul tingginya curah hujan yang turut dibawa badai tersebut.

JMA memperkirakan topan Hagibis bakal menerjang wilayah daratan Jepang bagian tengah dan timur pada Sabtu malam waktu setempat. JMA pun mencatat embusan angin akan mencapai 216 kilometer per jam.

"Hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya telah terlihat di sejumlah kota dan desa, di mana JMA telah mengeluarkan peringatan. Kami memprediksi banjir dan tanah longsor akan terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi," kata perwakilan JMA, Yasushi Kajiwara seperti dikutip AFP.

Menurut catatan JMA, ada 13.500 warga Jepang sudah melakukan evakuasi dan berada di tempat penampungan.

Beberapa jam sebelum badai mendekati daratan, embusan angin kencang sempat melewati kota Chiba dan menghancurkan satu rumah serta sejumlah rumah rusak.

Akibat kejadian itu, lima warga kota Chiba dilarikan ke rumah sakit dan satu orang di antaranya menderita luka serius menurut keterangan pihak pemadam kebakaran setempat.

Lebih lanjut JMA telah memperkirakan curah hujan tinggi bakal melanda Tokyo hingga Minggu (13/10/2019) besok. Dua pabrik mobil Toyota dan Honda diketahui telah menutup sementara pabrik mereka.

Imbauan topan juga menyebabkan terganggunya dua pertandingan Piala Dunia Rugby yang dijadwalkan pada akhir pekan ini, serta latihan Grand Prix Formula One (F1) di Suzuka pada Jumat besok.

Negeri Sakura telah dilanda sekitar 20 angin topan per tahun meskipun dampaknya tidak separah topan Hagibis.

Sebelumnya, topan Faxai sempat menyambangi kota Tokyo sampai menewaskan dua orang warga dan kerusakan infrastruktur besar-besaran terjadi di kota Chiba, bagian timur Tokyo.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load