DPR Minta Kemenkes Lokalisir Penyebaran Wabah Hepatitis A

Rabu , 03 Juli 2019 | 20:36
DPR Minta Kemenkes Lokalisir Penyebaran Wabah Hepatitis A
Sumber Foto SH/Satryo Yudhantoko
Saleh Partaonan Daulay
POPULER

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melokalisir atau melakukan pembatasan lingkungan penyebab penyebaran wabah Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur. Itu dilakukan untuk meminimalisir meluasnya penyebaran wabah itu.

Saleh Partaonan Daulay menyatakan hal itu saat ditemui di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

"Kita sudah minta itu supaya jangan sampai sudah semakin meluas kemudian tidak bisa ditangani. Jadi kita harus segera melokalisir masalah ini sehingga lebih mudah untuk ditangani," tuturnya.

Saleh mengatakan kalau pihaknya juga telah memberikan masukan kepada Kemenkes untuk bisa menyiapkan langkah taktis guna meminimalisir penyebaran wabah penyakit liver tingkat rendah ini. "Kita memang meminta mereka untuk segera turun kesana untuk melakukan langkah langkah yang diperlukan dalam mengatasi itu," ucapnya.

"Mereka tahulah masalahnya seberat apa, sesulit apa medannya kemudian apa yang harus dilakukan dalam rangka mengantisipasi itu. Berapa orang yang harus terjun dan sebagainya," dia mengatakan.

Nantinya, kata Politisi PAN ini, DPR akan mengevaluasi kinerja penanganan Kemenkes terhadap kejadian luar biasa (KLB) ini. Bahkan jika diperlukan, dalam Rapat Anggaran Kemenkes ke depan, Komisi IX DPR akan meminta alokasi dana lebih dalam hal penanganan bencana penyakit semacam Hepatitis A ini.

"Jadi tadi kita intinya kita meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan penyakit yang seperti hepatitis ini. Karena kita khawatir nanti pemerintah malah fokus ke program program lainnya sementara program yang seperti ini juga sangat membahayakan," kata Saleh.

"Oleh karena itu dalam pembahasan anggaran tadi kita meminta pemerintah untuk juga memperhatikan pengalokasi anggaran untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah masalah seperti ini," dia menambahkan," dia menambahkan.

Wabah Hepatitis A ini menyerang masyarakat Pacitan, Jawa Timur, pertengahan Juni 2019. Bahkan pada 25 Juni 2019 lalu Bupati Pacitan Indartato telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kejadian ini. Status tersebut ditetapkan setelah lebih dari 900 warga Pacitan terjangkit penyakit yang menyerang organ hati atau liver para korban.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load