Pencarian Korban Gempa Sulteng Diperpanjang Satu Hari

Kamis , 11 Oktober 2018 | 17:07
Pencarian Korban Gempa Sulteng Diperpanjang Satu Hari
Sumber Foto satryo yudhantoko
Sutopo Purwo Nugroho

JAKARTA - Proses pencarian korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang hingga Jumat (12/10/2018) sore. Hal itu, berdasarkan rapat koordinas bersama antara pemerintah daerah dengan lembaga pemerintah pusat terkait pada Kamis (11/10/2018).

"Bahwa sahnya rapat tanggal 8 Oktober 2018 kemarin telah menyepakati bahwa hari ini adalah evakuasi terakhir korban bencana. Namun, karena ada permintaan dari beberapa masyarakat untuk pencarian korban, maka diperpanjang satu hari," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Kantor Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Hingga saat ini Sutopo mengatakan kalau Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah relawan masih melakukan proses pencarian korban. Kegiatan tersebut masih terus dilanjutkan hingga batas penetapan resmi dihentikannya masa pencarian korban hingga esok sore. "Akan dimajukan secara resmi, mulai tanggal 12 Oktober. Besok sore terutama akan di-update secara resmi. Sampai besok sore evakuasi dihentikan secara resmi," katanya.

Selain karena permintaan masyarakat, pertimbangan lain yang juga dianggap penting adalah mengenai perbaikan sarana dan prasarana, dan penanganan medis. "Perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial. Maka diperlukan kemudahan akses agar penanganan bisa lebih cepat," dia mengungkapkan.

BNPB mengimbau kepada warga terdampak bencana agar tidak melakukan pencarian korban seusai penetapan resmi berhentinya proses pencarian korban di tanggal 12 Oktober esok. Karena menurutnya, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan bisa menimbulkan penyakit bagi warga. "Jenazah itu sudah sulit diidentifikasi, bisa terkena penyakit kolera dan sebagainya,” Sutopo menambahkan.(ryo)

KOMENTAR