KPAI: Kejahatan Siber Anak Duduki Urutan Ketiga

Jumat , 09 November 2018 | 21:15
KPAI: Kejahatan Siber Anak Duduki Urutan Ketiga
Sumber Foto satryo yudhantoko
Susanto

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak di bawah umur berada di urutan ke-3. KPAI mencatat, total jumlah aduan sejak Januari hingga September 2018 mencapai 525 aduan.

"Anak korban pornografi dan siber itu semakin hari makin naik. Kalau tiga tahun sebelumnya, kasus-kasus di dunia pendidikan, terutama anak sebagai korban menduduki posisi nomor 3, tapi saat ini suda bergeser, Kasus pendidikan jadi rangking 4, kasus di dunia pornografi dan cyber menjadi ranking ketiga," ujar Ketua KPAI Susanto saat ditemui di Bareskrim Polri, bilangan Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Ia enyebutkan tren kasus pornografi dan kejahatan siber yang melibatkan anak di bawah umur semakin meningkat belakangan ini. Namun, aktivis pencegahan eksploitasi anak itu menjelaskan peningkatan itu terjadi akibat dari perkembangan teknologi yang semakin massif dan minimnya pengawasan orang tua terhadap anaknya.

Karena itu, KPAI mengimbau agar pihak keluarga dan sekolah berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan terhadap anak dalam menggunakan ponsel pintar. "Ini yang sebenarnya kita endorse, bapak-bapak tidak hanya ibu untuk terlibat secara aktif sampai di mana kemudian anak-anak berselancar di dunia maya. Prinsipnya itu selain membangun karakter dan melakukan hal yang tidak negatif," dia menjelaskan.

Kendati demikian, Sunanto melihat kasus yang berada di ranking pertama ialah terkait keterlibatan anak dalam proses hukum, baik sebagai korban, saksi, maupun pelaku. Kemudian urutan kedua, peranan keluarga dan pengasuhan alternatif. Sedangkan urutan Ketiga barulah kasus pornografi dan cyber crime.(ryo)

 

KOMENTAR