Gunung Merapi Masih "Batuk-batuk"

Jumat , 11 Januari 2019 | 10:35
Gunung Merapi Masih
Sumber Foto Dok/BPPTKG
Puncak Gunung Merapi di Boyolali.
POPULER

YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jateng dan DIY terus menunjukkan aktivitasnya seperti guguran kubah lava di puncak. Sejak Jumat (11/1/2019) dini hari hingga pagi ini sudah terjadi 10 kali guguran lava di salah satu gunung teraktif di dunia tersebut.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan hari ini dari pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 10 kali guguran di Merapi. Namun volume guguran masih tergolong kecil.

"Jumlah gugurannya (pukul 00.00-06.00 WIB) sepuluh dengan amplitudo 3.5-35 mm. Untuk durasinya antara 13.8-71.8 detik. Tapi itu guguran saja (tanpa disertai lava pijar)," ujar Hanik, Jumat (11/1/2019) seperti dilaporkan detik.com.

Ia menegaskan, guguran yang terjadi di puncak Merapi adalah fenomena biasa. Penyebabnya, pertumbuhan kubah lava di puncak masih terus terjadi. Oleh karenanya wajar bila kemudian terjadi guguran dengan intensitas kecil di lereng kubah lava Merapi.

Adapun status Gunung Merapi hingga kini masih berada di level II atau waspada. Untuk itu BPPTKG meminta radius tiga kilometer dari puncak Merapi steril dari aktivitas manusia. Kegiatan pendakian ke puncak Merapi juga tak direkomendasikan.

"Masyarakat yang tinggal di KRB III (Kawasan Rawan Bencana III) Merapi mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktifitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktifitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load