Korban Meninggal Akibat Banjir Sentani Sudah 89 Orang

Selasa , 19 Maret 2019 | 18:51
Korban Meninggal Akibat Banjir Sentani Sudah 89 Orang
Sumber Foto Tribunnews.com
Banjir bandang melanda pemukiman
POPULER

JAYAKARTA--Jumlah korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, terus bertambah dan hingga Selasa (19/3) ini sudah mencapai 89 orang.

"Hingga Selasa (19/3) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang, yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan tujuh korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho seperti dalam keterangan tertulis hari ini.

"Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana," ujarnya.

Sutopo mengatakan tim SAR gabungan akan terus mencari korban karena diperkirakan masih ada korban yang belum ditemukan. Adapun jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat sebanyak 74 orang. Perinciannya yaitu 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Kompleks Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba, dan 3 orang dari Taruna Sosial.

Sebanyak 11.725 KK terdampak bencana banjir ini yang berada di tiga distrik (kecamatan), yaitu Distrik Sentani, Waibu, dan Sentani Barat. Ia menyebutkan, sebanyak 159 orang luka-luka, yaitu 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. Jumlah pengungsi juga terus bertambah, yaitu sebanyak 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian. "Pengungsi masih memerlukan bantuan kebutuhan dasar," ujarnya.

Data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 unit rumah rusak berat, 3 unit jembatan rusak berat, 8 unit drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 unit gereja rusak berat, 1 unit masjid rusak berat, 8 unit sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, dan 1 unit pasar rusak berat.



Sumber Berita:Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load