Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 505,8 T, Program Ini yang Akan Dilakukan Jokowi

Jumat , 16 Agustus 2019 | 15:49
Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 505,8 T, Program Ini yang Akan Dilakukan Jokowi
Sumber Foto: SH/Satryo Yudhantoko
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
POPULER

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Rancangan Undang-Undang tentang APBN 2020 berserta Nota Keuangannya di Gedung DPR, Jumat (16/8/2019).

Dalam pidatonya tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa pemerintah telah menambah anggaran di bidang pendidikan mencapai Rp 505,8 triliun.

"Pada tahun 2020, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 505,8 triliun, atau meningkat 29,6%, dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 yang sekitar Rp 390,3 triliun," ujarnya.

Dengan ditingkatkannya besaran anggaran pendidikan, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal. "Kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains," harapnya.

"Sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi," sambung dia.

Di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Jokowi akan merancang sistem pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Misalnya, mencetak akademisi, peneliti dan entrepreneurship

Selain itu dimasa pemerintahan jilid II nya, Jokowi akan melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020. "Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa," sebutnya.

Sementara untuk jenjang pendidikan tinggi, pemeeintahannya akan memperluas sasaran beasiswa pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-Kuliah).

"Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi," dia menambahkan. (ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load