94 Orang Belum Ditemukan Akibat Banjir Bandang Sentani

Sabtu , 23 Maret 2019 | 10:47
94 Orang Belum Ditemukan Akibat Banjir Bandang Sentani
Sumber Foto Liputan6.com
Banir Bandang di Sentani
POPULER

JAKARTA--Hingga Sabtu (22/3) ini tercatat sebanyak  94 warga masih dilaporkan hilang pascabanjir bandang yang menerjang Sentani, Jayapura, Papua. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua melaporkan 112 warga meninggal dunia. Jumlah meninggal dunia tersebut dari Kabupaten Jayapura 105 warga dan sisanya Kota Jayapura.

Pascabencana, Gubernur Papua dan Walikota Jayapura menetapkan status siaga darurat selama 7 hari, sedangkan Bupati Jayapura menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Sementara itu, BPBD, Basarnas dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat serta Muspika masih melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Penanganan darurat juga berupa penyaluran bantuan logistik yang dipusatkan di Pos Komando kantor Bupati Jayapura.

Humas BNPB mengabarka pagi ini bahwa banjir bandang menyebabkan kerusakan dengan tingkat yang berbeda, 375 rusak berat (RB), 4 jembatan roboh, dan kerusakan berat lainnya berupa 5 tempat ibadah, 8 sekolah, 104 ruko dan 1 pasar.  Puing-puing kerusakan dan material yang dibawa oleh derasnya banjir dibersihkan oleh BPBD, instansi terkait, TNI, Polri, Balai Jalan Nasional dan relawan.

Sementara itu, 11556 jiwa (3.011 KK) mengungsi di 28 titik penampungan. Penampungan terbesar di pos Induk Gunung Merah dengan jumlah 1.453 jiwa (348 KK). Pos komando telah memberikan bantuan logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan.

Di pihak lain, kementrian/lembaga telah mengirimkan bantuan dan perwakilan untuk membantu penanganan darurat sesuai tugas dan fungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan dana siap pakai untuk operasi penanganan darurat serta pendampingan manajemen posko maupun administrasi pemakaian dana siap pakai.

 

Humas BNPB



Sumber Berita:BNPB
KOMENTAR

End of content

No more pages to load