JK Tinjau Pembangunan Universitas Islam Internasional di Depok

Kamis , 22 Agustus 2019 | 10:31
JK Tinjau Pembangunan Universitas Islam Internasional di Depok
Sumber Foto Detik.com
Jusuf Kalla tinjau pembangunan Universitas Islam Internasional di Cimanggis Depok.
POPULER

DEPOK - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) pagi ini meninjau pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Setiba di lokasi, JK langsung mendengarkan pemaparan dari petugas proyek pembangunan kampus di tiga titik.

JK datang bersama Menteri PAN-RB Syafruddin, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Menkominfo Rudiantara tiba di UIII sekitar pukul 08.30 WIB. Rombongan disambut Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Turut hadir Rektor UIII, Komaruddin Hidayat.

Selanjutnya, JK meninjau tiga titik di kampus UIII. Seperti pembangunan pagar keliling dan infrastruktur kawasan kampus UIII, perumahan dosen, dan asrama mahasiswa. Kemudian JK mendengarkan pemaparan dari Genderal Manager Departemen Bangunan Gedung Asrama Kampus UIII, Yulianto.

"Di atas asrama, di bawah adalah rumah dosen untuk paket sekarang kita kerjakan baru 9 rumah dosen. Saat ini progres (pembangunan asrama) sudah mencapai sekitar 45 persen dari rencana 38 persen," kata Yulianto seperti dilaporkan detik.com.

"Ini asrama dan ruangan?" tanya JK sambil menunjuk desain bangunan yang ada di display proyek.

"Iya, asrama dan ruangannya ini, Pak," jawab Yulianto.

"1 kamar 1 mahasiswa?" JK lanjut bertanya.

"Iya (luar ruangan) 15 meter. Kita sudah selesaikan beberapa unit juga," ucap Yulianto.

"Satu ruangan itu 15 meter untuk satu mahasiswa, dan ada balkon 4 meter persegi. Itu juga sudah cukup nyaman," Yulianto menambahkan.

JK kemudian melanjutkan peninjauan ke titik selanjutnya yaitu proyek pembangunan gedung rektorat, fakultas, kawasan 3 pilar kampus UIII paket I. Selama kurang lebih 1 jam JK melakukan peninjauan di lokasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama pembangunan kampus UIII pada Selasa (5/6/2018). Pembangunan kampus itu menelan dana hingga Rp 3,9 triliun.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load