BMKG: Seminggu ke Depan, Pulau Jawa dan Sumut Berpotensi Hujan Lebat

Jumat , 05 April 2019 | 16:58
BMKG: Seminggu ke Depan, Pulau Jawa dan Sumut Berpotensi Hujan Lebat
Sumber Foto Dok/Ist
Dwikorita Karnawati
POPULER

JAKARTA - Cuaca di wilayah Indonesia semakin tidak menentu. BMKG memprediksi selama seminggu ke depan hingga 10 April, beberapa wilayah mulai dari Pulau Jawa, Sumatera Utara (Sumut) berpotensi hujan lebat.

Hal itu dikatakan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Gedung A Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

"Jadi prakiraan cuaca sampai tanggal 10 April, atau kurang lebih satu minggu ke depan. Di mana masih ada potensi hujan lebat di beberapa wilayah, misalnya Aceh, Sumut, Bengkulu, sampai ke Sumbar, Lampung, kemudian di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, di sebagian wilayah itu," katanya.

Ia menjelaskan intensitas curah hujan tinggi ini akibat belokan arah angin dari 2 arah yang berbeda, baik dari Pasifik atau dari arah Asia. Tabrakan arah angin itu ada di sekitar Pulau Sumatra yang menyebabkan berkurangnya kecepatan angin."Di situ terjadi pembentukan awan secara intensif yang akhirnya nanti turun sebagai hujan," katanya.

Namun meski demikian, karena April sudah masuk bulan musim kemarau, masih ada wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan. Dari pengamatan BMKG, bagian pesisir pantai sebelah barat di Sumatera sangat rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

"Sama-sama di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, sebagian wilayahnya potensi hujan lebat, tetapi bagian pantai, ini potensi kebakaran hutan. Jadi bertetanggaan tapi kontradiksi satu wilayah. Itu juga terjadi di Kalbar, sebagian Sulawesi, Sulteng, Sultra, dan Sulut. Mulai April, potensi terbakar, jadi belum terbakar, tapi diperkirakan sangat mudah terbakar," dia menjelaskan.

"Masuk 8 April, diperkirakan Jawa Timur, jadi potensi terbakarnya lahan bergeser dari Sumatera ke arah Jawa Timur ke arah Nusa Tenggara. Kalimantan Utara masih berpotensi terbakar. Istilah bahasa Jawanya awet ya, sampai 9 April masih potensi terbakar. Baru mulai mereda setelah 10 April. Ini prediksi untuk satu minggu ke depan," Dwikorita menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load