Harapan Jaya Suprana


Mafia Migas

Rabu, 17 Desember 2014 | dibaca: 5069

Upaya memberantas mafia migas lebih bersifat kiasan metamorfosis.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mafia  bermakna perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan (kriminal). Kata rahasia menegaskan bahwa pada hakikatnya kehadiran  mafia  mutlak bersifat rahasia dalam arti sebenarnya tidak tampak pada permukaan kenyataan.

Apabila sifat rahasia  itu tidak ada maka berarti obyek yang dianggap sebagai  mafia  tidak bisa disebut sebagai mafia.
Memang pada kenyataan tidak ada  pihak yang melakukan kegiatan di bidang kejahatan tidak akan mengakui dirinya adalah pelaku kriminal maka tidak ada pula perkumpulan yang melakukan kejahatan mengakui bahwa dirinya adalah mafia.  

Yang menyebut mafia  adalah pihak yang tidak melakukan kejahatan tanpa mampu membuktikan bahwa yang disebut mafia  benar-benar melakukan kejahatan. Apabila rahasia terbongkar maka  mafia  tidak layak disebut sebagai mafia  akibat kehilangan sifat kerahasiaannya. Maka meski kini istilah  mafia migas   kerap disebut-sebut, tidak ada satu pihak pun mampu membuktikan bahwa mafia migas  benar-benar eksis.

Akibat ketidaknyataan mafia migas maka upaya memberantas mafia migas lebih bersifat kiasan metamorfosis ketimbang kenyataan yang benar-benar nyata. Yang dapat diyakini bahkan dipastikan pasti eksis sebenarnya adalah pemasalahan pada tata-kelola alias manajemen migas di Tanah Air.

Dijamin pasti ada yang keliru pada tata kelola migas Indonesia sehingga bermunculan begitu banyak permasalahan mulai dari keuangan, distribusi, tata niaga sampai ke teknis produksi migas sehingga setiap kali  Indonesia niscaya hingar-bingar menghebohkan kenaikan harga BBM.

Mungkin akibat secara tidak sadar mau pun sadar, bangsa Indonesia merasakan ada ketidakberesan tata kelola migas yang merupakan salah satu sumber penghasilan negara. Namun sekaligus juga salah satu sumber korupsi yang paling dinikmati pihak-pihak tertentu tanpa bisa dibuktikan kekorupsiannya.

Akibat dana yang berasal dari tata kelola migas memang bukan alang kepalang besar maka bukan alangkepalang besar pula upaya  menutupi kemafiaan migas. Segenap jurus audit para ahli akuntansi dipatahkan oleh jurus berkelit para  lebih-ahli akuntansi yang dibayar mahal dengan dana hasil korupsi oleh para anggota mafia migas yang mustahil dibuktikan keberadaannya.

Maka sejak masa Orba sampai saat naskah ini ditulis, penyalahgunaan dana hasil migas Indonesia memang mampu leluasa merajalela tanpa bisa ditanggulangi akibat tidak bisa dibuktikan keberadaannya. Karena itu, sejak semula saya pribadi pesimis menyambut pernyataan Presiden Jokowi akan memerangi bahkan memberantas mafia migas.  

Suatu semangat yang memang terkesan pemberani namun pada hakikatnya mission impossible  akibat menghadapi lawan sangat perkasa plus tidak jelas baik bentuk mau pun keberadaannya. Susunan Kabinet Kerja di kawasan ekonomi mengesankan bahwa Presiden Jokowi akhirnya melupakan gagasan semangat memerangi mafia migas akibat akhirnya menyadari kemustahilannya.

Namun mendadak optimisme saya bangkit akibat tidak kurang dari sang pendekar ekonomi Indonesia, Faisal Basri ditugaskan sebagai ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Pilihan Presiden Jokowi untuk tidak menggunakan nama Tim Pemberantasan Mafia Migas membuktikan kearifan Presiden Jokowi  bahwa permasalahan utama bukan terletak pada mafia migas  namun pada unsur yang lebih nyata maka lebih bisa direformasi yaitu tata kelola sebagai alih bahasa Indonesia dari management.

Pilihan Presiden Jokowi jatuh pada Faisal Basri, membuktikan kesadaran bahwa upaya membenahi tata-kelola migas memang harus dipimpin seorang yang lebih ahli, lebih jujur dan lebih bersih ketimbang mereka yang sudah terlanjur terlibat langsung di dalam gelimang tata-kelola migas yang merugikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Selamat berjuang, Mas Faisal!

                                                                                                                                             


                                                                                                                                          Penulis adalah rakyat Indonesia pengguna migas








 

 

Tentang Kami | Agen Berlangganan (Unduh PDF) | Berita Hari Ini

©2017 Sinar Harapan Online