Harapan Jaya Suprana


Insya Allah Tidak Impor Beras

Kamis, 09 April 2015 | dibaca: 5209

Berulang kali Presiden Jokowi mengaku menerima desakan membuka keran impor beras.

Salah satu janji Presiden Jokowi yang paling layak dibanggakan adalah swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Untuk mewujudkan janji itu, Presiden Jokowi mengerahkan segenap energi lahir-batin diri maupun pemerintah separipurna mungkin.

Bukan saja menteri pertanian yang ditugaskan, melainkan Kepala Staf Angkatan Darat juga dilibatkan untuk mengerahkan tentara Angkatan Darat mendukung perjuangan para petani menswasembadakan pangan dalam waktu empat tahun.

Dalam bersemangat menswasembadakan pangan nasional, berulang kali Presiden Jokowi mengaku menerima desakan membuka keran impor beras. Namun, putra Solo ini bersikeras tidak akan mengimpor beras, demi memberi kesempatan beras dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Menolak impor beras menjadi bagian yang melekat pada janji Presiden Jokowi memswasembadakan pangan.

Akhir Januari 2015, Presiden Jokowi sempat mengaku malu setiap kali bertemu Presiden Vietnam, yang selalu menanyakan soal rencana impor beras (kembali) dari Vietnam. Demikian pula ketika berada di Aceh, Presiden Jokowi mengakui kerap memperoleh desakan, bahkan tekanan, untuk mengimpor beras demi mengatasi masalah kenaikan harga beras di dalam negeri.

Kembali Presiden Jokowi menegaskan, tidak akan melakukan impor beras akibat benar-benar yakin sebenarnya Indonesia mampu swasembada beras tanpa harus impor. Tak lupa presiden senantiasa menegaskan, impor beras bukan kebutuhan primer dalam strategi kebijakan pangan nasional. Namun, tampaknya kemudian Presiden Jokowi berubah keyakinan dalam menolak impor beras. Akhirnya Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5/2015, tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dari penyaluran beras oleh pemerintah, yang memperbolehkan impor beras dalam kondisi tertentu.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Sabtu 21 Maret 2015, Inpres Nomor 5/2015 menginstruksikan impor beras diperbolehkan bila ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi. Selain itu, impor juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan stok dan/atau cadangan beras pemerintah, sekaligus menjaga stabilitas harga dalam negeri.

Presiden mengingatkan, impor beras dilakukan harus dengan mengedepankan kepentingan petani dan konsumen. Pada diktum ketujuh poin ketiga inpres yang ditandatangani pada 17 Maret 2015 tersebut, tegas tertera pelaksanaan kebijakan pengadaan beras dari luar negeri dilakukan Perum Bulog. Dalam inpres tersebut, Presiden tetap menegaskan pengadaan gabah dan beras wajib mengutamakan pengadaan dari petani lokal. 

Inpres Nomor 5/2015 tentang kebijakan pengadaan dan penyaluran gabah/beras merupakan upaya permerintah menjaga stabilisasi ekonomi, melindungi tingkat pendapatan petani, dan stabilitas harga. Inpres tersebut menatalaksanakan ketentuan harga pembelian gabah dan beras dalam negeri oleh pemerintah yang dilaksanakan Bulog.

Kesan ingkar janji memang rawan timbul dari inpres impor beras. Namun, sebenarnya Jokowi tidak, atau minimal belum, ingkar janji sebab setahun pun belum Jokowi mengemban tugas sebagai presiden yang menjanjikan swasembada pangan. Sebelum empat tahun berlalu, tidak layak menilai Presiden Jokowi gagal apalagi ingkar janji swasembada pangan.

Namun, fakta kronologis historis membuktikan sejak menjadi presiden, Jokowi memang—bukan cuma sekali—menyatakan tidak akan impor beras. Pernyataan yang diungkapkan berulang kali memang rawan ditafsirkan sebagai janji, terutama oleh mereka yang mengharapkannya. 

Namun, perlu diingat yang tidak berubah pada lingkungan sosio-ekonomi hanya satu, bahkan satu-satunya, yaitu perubahan itu sendiri. bukanlah mustahil pada suatu masa, situasi kondisi harga beras di Indonesia memang mengalami perubahan sedemikian rupa sehingga memustahilkan kebijakan menolak impor beras.

Insya Allah pada masa mendatang setiap saat akan mengucapkan suatu ucapan yang rawan ditafsirkan sebagai janji, makinlah bijak apabila Presiden Jokowi senantiasa tidak lupa untuk terlebih dahulu mengucapkan Insya Allah. 


Penulis adalah budayawan. 






 

 

Tentang Kami | Agen Berlangganan (Unduh PDF) | Berita Hari Ini

©2017 Sinar Harapan Online