Periskop


KTT IORA

Jumat, 03 March 2017 | dibaca: 447

Momentum Wujudkan Poros Maritim

KTT IORA Jadi Momentum

Perwujudan Poros Maritim

 

Selagi  Raja Salman bin Abdul Aziz dari Saudi Arabia masih berlibur di Bali, pemerintah disibukkan dengan kedatangan beberapa pemimpin dunia yang akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA). Hal ini menunjukkan pentingnya posisi Indonesia di mata dunia yang harus dimanfaatkan untuk memacu kerjasama internasional.

KTT tersebut akan berlangsung tiga hari, 5-7 Maret ini. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan,  Indonesia ingin menunjukkan kepemimpinannya di lingkaran Samudra Hindia. "Keterlibatan ini adalah tambahan atau satu rangkaian dari leadership yang akan dimainkan Indonesia di berbagai kawasan. Di Asia sudah, di Pasifik sudah, maka kami ingin bermain di kawasan samudera Hindia, " katanya, Kamis.

Pemerintah berpandangan bahwa Indonesia perlu menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang bagus di lingkar Samudra Hindia. Indonesia memiliki kemampuan governance yang baik di Samudra Hindia dan bisa berperan dalam menjaga keamanan di lingkar tersebut. "Di sisi lain, menjamin berbagai bentuk kerja sama dapat dilakukan di lingkar Samudra Hindia dengan baik dan cepat, terutama dengan Indonesia," katanya.

Beberapa sektor prioritas pembahasan dalam KTT IORA  kali ini berkaitan dengan masalah keamanan dan keselamatan maritim, fasilitas perdagangan investasi, manajemen resiko bencana, manajemen perikanan, ilmu pengetahuan, dan pariwisata. Lingkar Samudra Hindia melibatkan negara-negara dengan keseluruhan penduduk mencapai 2,7 miliar. Wilayah ini juga dilewati setengah dari lalulintas kontainer dunia, sepertiga kargo dunia, dan dua per tiga pengapalan minyak dan energi dunia.

KTT ini  akan diikuti 16 tokoh VVIP dari berbagai negara anggota IORA, antara lain Presiden Afrika Selatan, Perdana Menteri Malaysia, Perdana Menteri Australia, dan Wakil Presiden India. Kalangan bisnis dari negara-negara anggota juga akan datang untuk mengikuti business summit, yang membahas masa depan ekonomi di kawasan ini.

Kita menyambut baik penyelenggaraan KTT tersebut. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia tetap mampu memainkan kartu “politik luar negeri yang bebas aktif” melalui kerjasama yang positif dan produktif. Bila di  lingkar Asia dan Pasifik kita berhadapan dengan beberapa raksasa dunia seperti AS, China dan Jepang, maka di lingkar Samudera India terdiri negara-negara berkembang yang kepentingannya tidak terlalu jauh berbeda.

KTT ini juga merupakan perwujudan kerjasama “Selatan-selatan” yang dulu pernah dirintis sejak jaman Presiden Soekarno dan Soeharto. Kedua tokoh tersebut mampu menunjukkan kepemimpinan Indonesia melalui Gerakan Non Blok, meski titik berat perhatiannya berbeda. Soekarno lebih memperlihatkan penggalangan kekuatan politik negara-negara emerging forces (Nefo), sedangkan Soeharto lebih menekankan kerjasama ekonomi.

Kecuali Australia, anggota IORA umumnya anggota Non Blok yang telah lama bekerja bersama Indonesia menegakkan harga diri negara berkembang. Kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan kelihaiannya mengembangkan kerjasama sejalan dengan misi yang ingin menempatkan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia.

Maka KTT IORA di Jakarta ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk mengembangkan kerjasama diantara sesama negara yang berpantai Samudera Hindia. Potensi ekonomi kawasan ini sangat besar  dan strategis. Bila Indonesia mampu mengembangkan kepemimpinan di IORA maka posisi kita akan semakin penting karena wilayah kita juga bersinggungan dengan Pasific Rim yang sudah lebih berkembang.

Namun IORA juga menghadapi berbagai tantangan karena seringnya terjadi pembajakan kapal, selain berbagai gejolak politik dan keamanan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Maka peran Indonesia akan sangat penting bila mampu memperlihat kepemimpinan yang berwibawa sebagaimana kita tunjukkan pada masa lalu. Indonesia masih sangat dihormati dunia karena kepemimpinannya dalam kelompok negara-negara berkembang sehingga bisa memberikan kontribusi bagi stabilitas politik dan keamanan di kawasan ini.

Maka kita mengharapkan pemerintah bisa memanfaatkan sebaik-baiknya KTT kali ini, bukan semata untuk tujuan politik, melainkan lebih diarahkan pada kerjasama ekonomi. Keberhasilannya menggalang kerjasama sesama anggota IORA akan dipandang sebagai kepiawaian Indonesia memainkan peran strategis dalam percaturan dunia yang makin kompleks.






 

 

Tentang Kami | Agen Berlangganan (Unduh PDF) | Berita Hari Ini

©2017 Sinar Harapan Online