Di Hadapan Pegawai Kemenpora, Imam Nahrawi Pamit

Kamis , 19 September 2019 | 14:43
Di Hadapan Pegawai Kemenpora, Imam Nahrawi Pamit
Sumber Foto Detik.com
Iman Nahrawi pamit ke pegawai Kemenpora siang ini.

JAKARTA - Imam Nahrawi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda Olahraga Republik Indonesia. Dia menggelar acara perpisahan dengan pegawainya siang ini.

Imam menemui pegawainya di Wisma Kemenpora, Senayan pada Kamis (19/9/2019) pukul siang, sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah KONI. Imam diduga menerima suap senilai Rp 26,5 miliar. Acara dihadiri para pejabat eselon juga pegawai Kemenpora lainnya.

Setibanya di Wisma Kemenpora di area Senayan, Jakarta Pusat, menteri asal Bangkalan itu disambut oleh para pegawainya yang sudah menunggu sejak siang. Mengenakan kemeja putih yang menjadi ciri khasnya kala berkantor, Imam menyapa mereka satu per satu kemudian memberikan kata sambutannya.

Imam meminta maaf kepada pegawainya. Politisi PKB itu juga pamit.

"Yang saya hormati seluruh pejabat eselon 1, 2, 3, 4, seluruh staff. Keluarga besar Kemenpora yang saya banggakan. Alhamdulillah, puji syukur pada tuhan kita. Saya bersyukur dan bergembira. Bergembira sekali bisa melihat wajah wajah bapak ibu sekalian. Sahabat saya semuanya.

Kebahagiaan yang kedua dalam hitungan jam, saya bertemu untuk yang kesekian kalinya alhamdulillah ibu bapak hadir.

Saya merasa bersyukur pada Allah diberi tugas-tugas oleh presiden hampir lima tahun kurang satu bulan. Saya bersyukur. Terima kasih telah menumbuhkan optimisme saya di kantor ini dan tolong itu dijaga ada tidaknya pemimpin. Makanya, saya berharap apapun kita harus menjaga silaturahim.

Asian Games, Asian Para Games, ibu-ibu dan bapak bapak sudah bekerja luar biasa. Yang sebelumnya pesimistis menjadi optimistis. Itu tidak akan pernah dilupakan. Kemenpora bersama kementerian lain, dan semuanya turut bersatu padu di bawah arahan presiden wapres ibu Menko PMK, INASGOC, INAPGOC, LADI semuanya. Ini yang membuat saya bangga.

Kemudian berikutnya, baik yang bersifat individual maupun. Semoga ini menjadi semangat dan motivasi, semua karena kerja sama dan itu saya rasakan. Karenanya tolong pertahankan ini dalam kondisi apapun dan harus saling menjaga karena kita semua manusia yang punya salah khilaf kelemahan.

Maka, aib yang lain jangan pernah diumbar karena saya merasakan itu. Yang mestinya ini konsumsi kita disampaikan pihak lain karena masing-masing kita punya tugas, wewenang, dan tanggung jawab."

Imam sekaligus pamit kepada pegawainya. Dia menegaskan telah mengajukan mundur dari jabatannya kepada Presiden Jokowi.

"Ibu dan Bapak yang saya hormati, tadi saya sowan kepada bapak Presiden. Beliau bertanya tentang status saya, "Bapak, alhamdulillah saya ditetapkan sebagai tersangka, tapi saya bertanggung jawab karena risiko sebagai menteri, karena menteri harus bertanggung jawab. Cukup saya.' Sembari menyampaikan terimakasih kepada beliau yang memberikan kepercayaan sekaligus saya mohon maaf jika kerja saya dan Kemenpora belum seperti yang beliau harapkan.

Tidak boleh saya sekali-kali menyalahkan anak buah. Saya mohon izin pamit mengundurkan diri sebagai Kemenpora dan sekaligus ini menjadi pengumuman, bahwa perhari ini saya mengundurkan diri dalam posisi saya sebagai menteri. Semoga pengganti saya nanti lebih baik, bersih lebih suci, dan lebih bisa menjaga perasaan.

Saya tidak lihat kasus ini sebagai nonhukum. Tapi, saya mengerti ini risiko jabatan sebagai menteri. Ibu bapak, doakan saya, doakan keluarga, istri saya. Saya meminta maaf. Tidak ada gading yang tak retak dan saya pun bukan gading jadi yang retak juga. Saya tidak bisa berkata apa-apa kecuali sore ini saya menyelesaikan ruang kerja saya. Saya mohon izin kepada bapak Sesmenpora.

Saya mohon silaturahmi jangan putus sampai kapanpun. Kalau saya lupa tegur saya. Insya Allah dengan silaturahim tetap terjaga. Salam hormat saya pada keluarga di rumah. Terima kasih selama lima tahun ini."

Usai menyampaikan perasaannya, Imam kemudian meladeni pegawainya untuk melakukan foto bersama-sama.



Sumber Berita: Detik.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load