Pencarian Twin Otter yang Hilang di Papua Terkendala Cuaca

Jumat , 20 September 2019 | 08:13
Pencarian Twin Otter yang Hilang di Papua Terkendala Cuaca
Sumber Foto Detik.com
Pencarian pesawat Twin Otter terkendala cuaca yang tidak menentu.

TIMIKA - Dua pesawat yang membawa tim pencarian pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC yang hilang kontak di Papua telah diberangkatkan. Sebanyak 14 orang tim dikerahkan.

Dua pesawat itu adalah Susi Air yang berangkat pada pukul 05.44 WIB dan pesawat milik Carpediem PK CDJ400 yang berangkat pada pukul 06.22 Wit.

Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Letnan Kolonel (Pnb) Sugeng Sugiharto, mengatakan pesawat hilang kontak tersebut tidak memancarkan sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT). Normalnya, pesawat secara otomatis akan memancarkan sinyal ELT jika crash (jatuh).

Menurut Sugeng, kesempatan selamat bagi kru pesawat masih memungkinkan jika terjadi pendaratan darurat. Sebab, pesawat memang tidak memancarkan sinyal ELT jika melakukan pendaratan darurat.

Dalam pencarian hari ketiga ini, tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas belum menemui hasil. Faktor cuaca menjadi kendala dalam proses pencarian."Pagi ini tim telah diberangkatkan dan melakukan pencarian, tapi cuaca buruk dan belum membuahkan hasil, mudah-mudahan siang cuaca membaik," kata Sugeng, Jumat (20/9/2019).

Sementara itu, pilot Susi Air, Kristopher Moell, yang juga turut membantu proses pencarian menyatakan cuaca di kawasan yang menjadi titik pencarian dilanda hujan dan angin kencang."Kemarin bagus, sekarang hujan, angin kencang, cuaca jelek," kata Kristopher seperti dikutip detik.com.

Tim pencarian tidak bisa melihat secara visual lantaran awan tebal menutupi hampir seluruh kawasan titik pencarian.

Dalam pesawat yang hilang kontak ini terdapat 4 orang terdiri dari 3 kru dan satu penumpang. Pilot bernama Dasep, copilot Yudra, mekanik Ujang dan satu penumpang anggota Brimob Baharada Hadi.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load