Ini Tiga Kontribusi Besar Gajah Tunggal untuk Perekonomian Indonesia

Rabu , 08 Mei 2019 | 23:05
Ini Tiga Kontribusi Besar Gajah Tunggal untuk Perekonomian Indonesia
Sumber Foto: Istimewa
Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo
POPULER

JAKARTA - Di usianya yang menginjak ke-68 tahun, PT Gajah Tunggal Tbk terus berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor industri dan perekonomian di Indonesia.

Perusahaan yang didirikan oleh pengusaha nasional Sjamsul Nursalim ini, sejak tahun 1951 tetap menerapkan value melalui pembentukan corporate culture yang semangatnya masih terasa walaupun Gajah Tunggal telah menjadi perusahaan publik.

"Value ini juga yang mendorong PT Gajah Tunggal Tbk, berani menatap masa depan dengan optimis dengan mencanangkan visi menjadi perusahaan produsen ban yang berkualitas dengan reputasi global," kata Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama Forum Pemred, di Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Sugeng menjelaskan, berbekal corporate culture yang diwariskan Sjamsul Nursalim hingga saat ini, PT Gajah Tunggal pun tetap berkontribusi dalam menciptakan “Better Business, Better Indonesia, Better World”.

Menyangkut kontribusi PT Gajah Tunggal Tbk dalam perekonomian Indonesia, Sugeng menjelaskan setidaknya ada tiga kontribusi besar yang telah disumbangkan perseroannya tersebut.

Pertama, melalui penciptaan lapangan kerja selama 68 tahun terakhir ini. Sebagai informasi dapat disampaikan bahwa hingga saat ini telah menciptakan kesempatan kerja kurang lebih sebesar 18.000 yang merupakan pekerja langsung.

"Bisa dibayangkan yang tidak langsung berapa besar, seperti distributor, teknisi pasang ban, petani karet, dan lain sebagainya," ujarnya.

Kedua, PT Gajah Tunggal Tbk juga telah berkontribusi terhadap pendapatan pemerintah dengan membayar pajak yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Ketiga, PT Gajah Tunggal Tbk, terus meningkatkan ekspor ke berbagai negara guna membantu pemerintah mendapatkan devisa.

"Penjelasan tersebut di atas, jelas kiranya PT Gajah Tunggal Tbk tidak saja berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi turut mengambil bagian dalam pencapaian tujuan nasional seperti yang termaktub dalam alinea ke-empat Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum," ungkap Sugeng.

Dia juga menceritakan bagaimana filosofi Sjamsul Nursalim yang berpandangan apabila perusahaan ingin tetap berdiri kokoh di masa depan, hanya dapat diwujudkan jika secara berkesinambungan membangun sumber daya manusia yang tangguh.

Oleh karena itu sejak tahun 1981, melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Gajah Tunggal Tbk telah mendirikan Politeknik Gajah Tunggal untuk mendidik tenaga-tenaga terampil. Siswa didik dibuka bagi anak-anak yang kurang mampu dan beruntung dari seluruh penjuru tanah air.

"Mereka mendapatkan pendidikan secara gratis selama 3 tahun, dan mendapatkan uang saku setiap bulan. Bagi lulusan Politeknik Gajah Tunggal dapat langsung bekerja di PT Gajah Tunggal Tbk, atau dapat bekerja di perusahaan-perusahaan lainnya," kata Sugeng.

Dalam upaya membantu masyarakat sekitar pabrik, PT Gajah Tunggal Tbk lanjut Sugeng, juga melaksanakan program anak asuh agar dapat melanjutkan pendidikan mulai tingkat SD hingga SMA, yang saat ini berjumlah 200 orang.

Dalam kaitannya dengan CSR, pada tahun 2018 telah membantu PWI dalam bentuk penyelenggaraan uji kompetensi wartawan di Jakarta, yang diikuti oleh sekitar 50 wartawan berbagai tingkatan. Skema kerjasama ini akan dapat dilanjutkan di waktu-waktu mendatang.

Menyangkut pemanfaatan CSR, maka sejak tahun 2003 juga disalurkan melalui Yayasan Upaya Indonesia Damai (United in Diversity Foundation) yang memberikan perhatian dalam bidang Pendidikan dan pelatihan, terutama bagi generasi muda Indonesia melalui berbagai program seperti IDEAS dan Co-CLASS.

Disamping itu, UID telah menjadi penyelenggara “Blended Finance Forum” pada saat Annual Meeting IMF-World Bank, pada bulan Oktober 2018 di Bali. "Hal ini telah membawa Indonesia menjadi Champion in Blended Finance, dan akan menjadi tempat didirikannya International Institute of Blended Finance. Saya yakin, bahwa inisiatif Blended Finance ini, akan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan Better Business, Better World," pungkasnya. (E-3)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load