BI: Rupiah Berpeluang Menguat di Bawah Rp 14.000 per Dolar AS

Jumat , 01 November 2019 | 15:02
BI: Rupiah Berpeluang Menguat di Bawah Rp 14.000 per Dolar AS
Sumber Foto : Antara
Gubernur BI Perry Warjiyo

JAKARTA - Bank Indonesia memberikan sinyal bahwa nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat lebih tinggi dari posisi saat ini di Rp 14.052 per dolar AS, bahkan lebih rendah dari level Rp 14.000 per dolar AS seperti yang sempat terjadi beberapa waktu pada tahun ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (1/11/2019), mengatakan penguatan rupiah "yang berkelanjutan" bisa terjadi dengan sentimen positif yang timbul dari stabilitas ekonomi domestik.

Parameter positif dari ekonomi domestik, ujar Perry, antara lain terjaganya inflasi hingga Oktober 2019 dan prospek positif neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran di sisa tahun.

"Masih ada ruang bagi rupiah untuk lebih menguat, dan terbukti itu (rupiah) beberapa kali di bawah Rp14 ribu per dolar AS. Itu ada indikasi atau ruang bagi rupiah untuk menguat, dengan tentu saja inflasi kita yang lebih rendah dan juga prospek ekonomi yang cukup baik," jawab Perry ketika ditanya sikap Bank Sentral melihat pergerakan rupiah yang dalam beberapa hari terakhir bergerak stabil di kisaran Rp 14.000 per dolar AS.

Perry mengatakan pergerakan rupiah yang dalam beberapa hari terakhir stabil di kisaran Rp 14.000 hingga Rp 14.100 per dolar AS didukung oleh aksi jual beli sesuai mekanisme pasar. Dia meyakini jika penguatan rupiah berlanjut, akan mendukung kegiatan bisnis pelaku usaha seperti untuk kegiatan impor barang modal.

"Beberapa kali nilai tukar di bawah Rp 14 ribu per dolar AS. Begitu di bawah itu, kemudian sejumlah korporasi yang membutuhkan dolar meningkatkan pembelian baik untuk impor atau pembayaran, tapi di satu sisi eksportir juga kemudian mensuplai dan ini bergerak sesuai dengan mekanisme pasar dan itu mendukung stabilitas nilai tukar," ujar dia.  (E-3/ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load