Olahraga 150 Menit Per Minggu Bantu Cegah Diabetes

Jumat , 15 November 2019 | 21:17
Olahraga 150 Menit Per Minggu Bantu Cegah Diabetes
Sumber Foto: Pixabay.
Olahraga 150 menit dapat berbentuk jalan kaki untuk membakar 700 kalori per minggu.

PADANG - Gaya hidup aktif terbukti mampu menjauhkan seseorang dari berbagai penyakit. Hal ini dikemukakan Guru besar Ilmu Penyakit Dalam Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Eva Decroli. Prof Eva Decroli mengatakan melakukan olahraga secara rutin dengan durasi minimal 150 menit per pekan membantu seseorang mencegah diabetes melitus tipe 2.

"Memperbaiki kebiasaan buruk dengan gaya hidup sehat dan mengurangi asupan kalori efektif mencegah diabetes melitus tipe 2," kata dia pada Antara di Padang, Senin (11/11). Hal ini disampaikannya dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar tetap bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unand dengan judul Optimalisasi Upaya Preventif dan Promotif Menghadapi Ancaman Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0.

Prof Eva Decroli memaparkan lagi, intervensi gaya hidup yang intensif dapat menurunkan insiden diabetes melitus tipe 2 sebesar 58% dalam tiga tahun. "Ini lebih baik daripada pencegahan dengan menggunakan obat-obatan, untuk olahraga 150 menit per minggu dapat dilakukan dengan berjalan kaki karena dapat membakar 700 kalori per minggu," jelasnya.

Selain itu menyampaikan upaya pencegahan lainnya yang dapat dilakukan adalah menurunkan berat badan minimal tujuh persen. "Menurunkan berat badan berupa mengurangi makan dan meningkatkan aktivitas fisik akan mengurangi risiko diabetes pada orang yang kelebihan berat badan," tambah Prof Eva Decroli lagi.

Sebagai saran pencegahan diabetes, ia menganjurkan diet mediterania yaitu rendah kalori dan lemak berupa diet tinggi kacang-kacangan, buah bery, dadiah, kopi, dan teh berhubungan dengan penurunan risiko diabetes. Daging merah, gula, serta minuman manis ia katakan berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2, terangnya.

Ia pun mengingatkan kebiasaan merokok yang masih tinggi di masyarakat. "Evaluasi terhadap kebiasaan merokok dan kampanye berhenti merokok harus dirutinkan dan diviralkan guna pencegahan diabetes," katanya. (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load