Peneliti Ungkap, Orang yang Optimistis Lebih Panjang Umur

Jumat , 30 Agustus 2019 | 14:18
Peneliti Ungkap, Orang yang Optimistis Lebih Panjang Umur
Sumber Foto: Pixabay.
Orang yang optimistis cenderung lebih sehat dan memiliki level depresi yang lebih rendah.

MASSACHUSETTS - Mengembangkan kebiasaan untuk berpikir positif dan optimistis bukanlah hal yang mudah. Terlebih di era saat ini di mana Anda bisa dengan mudah melihat pertikaian di media online maupun di media lainnya.

Saat ini, orang-orang dapat dengan mudah memperlihatkan ketidakpuasan mereka terhadap sesuatu. Padahal, ada alasan bagus yang membuat kita harus menjaga pandangan positif kita terhadap sesuatu.

Berdasarkan laporan BBC, penelitian yang dilakukan oleh Profesor Lewina Lee, profesor psikiater dari Boston University School of Medicine memperlihatkan secara rata-rata orang yang optimistis memiliki harapan hidup 11-15 tahun lebih panjang dan lebih mungkin mencapai usia 85 dibandingkan dengan orang yang pesimistis.

Orang yang pesimistis mungkin mendapatkan keuntungan dan bisa mengantisipasi sesuatu sebab mereka memikirkan segalanya. Namun, untuk meninggikan harapan hidup Anda, antisipasi bukanlah segalanya.

Penelitian ini dilakukan pada 70.000 wanita di Nurses’ Health Studi serta 1.500 pria di Veterans’ Health Study. Level optimisme mereka diukur juga kondisi kesehatan mereka secara general seperti kebiasaan olahraga, makan, merokok, juga konsumsi alkohol.

Profesor Lewina Lee mengatakan, “Hasil penelitian kami memperlihatkan bahwa meningkatkan level optimisme akan mendorong angka harapan hidup dan proses menua yang sehat.”

“Bukti-bukti memperlihatkan bahwa intervensi dan percobaan kontrol seperti membayangkan di masa depan segalanya akan berakhir positif, atau terapi intensif pada perilaku-kognitif akan meningkatkan level optimisme,” ujarnya lagi.

Walaupun begitu, sebab pasti mengapa orang yang lebih optimistis bisa memiliki umur yang lebih panjang masih bisa diperdebatkan. “Kebiasaan lebih sehat dan level depresi yang lebih rendah mungkin menjadi penjelasan utama, namun ini hanya menjelaskan sedikit hal dari temuan kami.”

“Bukti yang terlihat dari penelitian lain memperlihatkan bahwa orang yang lebih optimistis cenderung memiliki gol dan rasa kepercayaan diri untuk mencapainya. Mereka juga lebih efektif dalam menyelesaikan masalah dan lebih baik dalam mengatur emosi mereka dalam situasi krisis dan penuh tekanan,” tutup Lee. (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load