Kebumen: Sepotong Surga di Selatan Jawa

Rabu , 10 April 2019 | 22:44
Kebumen: Sepotong Surga di Selatan Jawa
Sumber Foto: Jejakpiknik.com
Pantai Menganti merupakan salah satu ikon wisata Kebumen yang sayang dilewatkan.

KEBUMEN - Dalam perjalanan Anda dari Jakarta menuju Jawa Tengah, tidak ada salahnya jika Anda melipir sejenak ke kabupaten kecil di selatan Jawa ini. Mungkin, Anda tidak memiliki ekspektasi apa-apa ketika mengunjungi kabupaten ini. Tetapi, jika Anda belum pernah menjelajah kabupaten ini, apa yang Anda lihat bisa dikatakan di luar perkiraan. Ya, Kebumen ternyata menyimpan banyak potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan daerah di Jawa Tengah lainnya.

Bergerak meninggalkan jalan tol Pejagan menuju arah selatan, sekitar dua jam kemudian, jalan mulai terasa naik-turun. Rupanya untuk menuju ke Kebumen kita harus melewati daerah pegunungan, tepatnya kaki Gunung Slamet. Sekitar lima jam kemudian, kita memasuki kabupaten kecil itu: Kebumen.

Kebumen adalah daerah yang tidak terlalu padat—tentu saja jika dibandingkan dengan Jabodetabek. Mayoritas penduduknya hidup dari bertani, maka tak heran hamparan sawah menghijau mudah sekali kita temukan di kanan-kiri, bahkan di sela-sela bangunan rumah-rumah di pinggir jalan.

Layaknya jalanan-jalanan di Jawa Tengah yang tersusun rapi, suasana Kebumen mengingatkan pada suasana kota kabupaten lainnya di provinsi ini. Jalan-jalan yang cukup mulus, lalu lintas yang tidak terlalu padat, penjual makanan kecil yang menjajakan makanan, juga suasana alun-alun kabupaten yang bisa membuat orang yang lahir di tanah ini merasa rindu. 

Jika Anda telah sampai di Kebumen, tidak ada salahnya untuk mampir mencicipi penganan khas Kebumen, sate ambal. Salah satu warung sate yang biasa direkomendasikan adalah warung sate Pak Kasman. Yang berdiri di pinggir jalan Daendels. Warung sate ini sudah ada sejak tahun 70-an dan sampai sekarang masih jadi warung sate paling favorit di Kebumen.

Sate ambal terasa berbeda dibandingkan dengan sate lainnya yang bisa kita temukan, misalnya sate madura. Daging ayam di sate ambal biasanya sudah terasa gurih dan enak walau kita belum menggunakan bumbu satenya. Dari bumbunya, bahan yang digunakan pun kacang kedelai, alih-alih kacang tanah.

Jangan khawatir ada banyak penganan khas Kebumen lain yang bisa Anda coba dalam napak tilas kuliner Anda, misalnya nasi penggel, soto tamanwinangun, bahkan yutuk goreng yang gurih untuk menemani Anda menyantap nasi pecel. Semuanya bisa Anda dapatkan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, penjaja kuliner di kabupaten-kabupaten kecil di Jawa Tengah biasanya tidak mematok harga terlalu mahal.

Ketika perut Anda sudah nyaman dan terisi penuh, pertanyaan selanjutnya, lokasi wisata apa yang bisa kita temukan di Kebumen? Kalau Anda adalah penggemar pantai, Kebumen menawarkan pantai-pantai cantik seperti Pantai Menganti, Pantai Ayah, dan Pantai Pecaron.

Pantai-pantai yang menghadap Samudera Hindia memang memiliki karakter ombak yang cukup besar yang mungkin membuat Anda ragu untuk berenang. Tetapi sekadar berjalan-jalan merasakan kaki kita menapak di pasir pantai yang lembut dan menghabiskan waktu bersama orang terkasih sambil menikmati matahari terbenam di pantai-pantai ini tentu bisa jadi catatan tersendiri dalam hidup Anda.

Anda yang ingin merasakan udara segar khas perbukitan, Bukit Pentulu Indah merupakan lokasi yang pas. Di sini Anda tidak hanya bisa menikmati matahari terbit, lokasinya yang berada di area yang cukup tinggi membuat daerah ini juga mampu menampilkan keindahan matahari terbenam. Layaknya di daerah dengan ketinggian, di sini Anda bisa menemukan deretan tanaman pinus yang menambah kesejukan.

Jika Anda menginginkan wisata yang lebih menantang, Gua Barat yang menakjubkan bisa Anda singgahi. Dalam gua dengan hamparan bebatuan stagtit dan stalagmit ini, Anda akan menemukan air terjun dengan ketinggian 35 meter. Tidak heran jika gua ini menjadi salah satu tujuan utama wisata religi.

Wisata sejarah tentu tidak boleh ketinggalan disebutkan. Sekitar 25 km dari tengah Kabupaten Kebumen ke arah Gombong, Anda bisa menemukan Benteng Van der Wijck—sebuah barak yang dibangun Belanda pada tahun 1818 untuk meredam perlawanan Pangeran Diponegoro. Kini, bangunan ini difungsikan sebagai sekolah calon Tamtama dan barak militer TNI AD. Ada bagian bangunan yang kini dipergunakan sebagai hotel sehingga Anda bisa bermalam dan merasakan suasana unik di kawasan ini. (rma)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load