Ingin Jaga Kesehatan di Bulan Ramadhan? Simak “Do’s and Don’ts” Berbuka Puasa Berikut.

Selasa , 07 Mei 2019 | 17:35
Ingin Jaga Kesehatan di Bulan Ramadhan? Simak “Do’s and Don’ts” Berbuka Puasa Berikut.
Sumber FotoSavoir Flair.
Utamakan berbuka dengan makanan kaya sodium dan potasium yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

ABU DHABI - Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan yang dinanti-nanti umat muslim. Di bulan ini, muslim di seluruh dunia berpuasa di siang hari dan hanya makan di malam hari.

Saat berbuka biasa menjadi saat di mana umat muslim berkumpul dan bersosialisasi. Di Indonesia, sahur dan berbuka puasa menjelma menjadi perayaan kecil yang digunakan sebagai event berkumpul bersama orang-orang terkasih.

Walaupun begitu, sebaiknya kedua makanan yang kita konsumsi saat sahur dan berbuka tetap memenuhi kebutuhan tubuh kita akan nutrisi dan vitamin. Terlebih saat berbuka karena biasanya kita lebih “longgar” dan tidak membatasi diri karena merasa aman berbuka dengan makanan dan minuman bergula tinggi setelah berpuasa sehari penuh.

“Sahur memang penting, namun kebiasaan makan selama berbuka puasa tidak bisa diabaikan. Karenanya sangat penting untuk berbuka puasa dengan nutrisi yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh. Ini termasuk sodium dan potasium yang hilang saat kita berkeringat di siang hari. Terlebih jika kita berpuasa di musim panas,” ungkap Rahma Ali, Ahli Diet Klinis dari Rumah Sakit Burjeel Abu Dhabi seperti yang dilansir oleh Khaleej Times.

Lalu, bagaimana mengatur asupan berbuka agar tetap sehat? Berikut makanan yang baik dimakan dan dihindari ketika berbuka puasa.

Konsumsi yang baik dimakan saat berbuka puasa

Konsumsi yang kurang baik untuk berbuka puasa

Buah kaya potasium: Kurma dan makanan kaya nutrisi lainnya adalah pilihan yang baik untuk berbuka. Tidak hanya membuat Anda terhidrasi secara cepat makanan ini memberi Anda energi secara instan setelah Anda berpuasa sepanjang hari.       

Makanan tinggi gula dan lemak: Makanan dengan gula tinggi dan lemak tinggi seperti donat, kue, dan makanan bersantan.

 

Cairan cukup: Minum air dan jus buah secara cukup antara saat berbuka dan sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi.

Minuman berkarbonasi: Hindari minuman yang diproses dan berkarbonasi. Batasi minuman Anda pada air mineral atau aie kelapa murni untuk menghilangkan rasa haus.

Kacang-kacangan: Almond mengandung lemak baik yang esensial, terlebih ketika tubuh Anda “lapar” setelah berpuasa seharian. Kacang-kacangan seperti almond adalah pilihan yang baik karena bisa membantu Anda merasa kenyang dengan cepat sehingga Anda terhindar dari makan berlebihan.

Makanan yang digoreng: Makanan berminyak dan makanan yang digoreng seperti siomai goreng atau pangsit goreng harus dihidari. Begitu pula dengan kari bersantan dan roti-roti tinggi lemak perlu dihindari saat berbuka puasa.

Buah kaya air: Mentimun, selada, dan berbagai sayur dan buah lainnya kaya serat serta sarat properti yang membantu Anda terhidrasi. Tidak hanya membantu Anda merasa segar, buah-buahan dan sayur-sayuran ini adalah piluhan yang baik untuk menjaga kesehatan kulit Anda dan menghindari konstipasi selama Ramadhan.

Camilan bergula tinggi: Camilan bergula tinggi seperti permen, coklat, dan gorengan harus dihindari. Bahan makanan ini adalah sumber kenaikan berat badan yang mendorong Anda pada risiko kesehatan jika Anda konsumsi setiap hari. (E-4)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load