5 Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Sahur

Minggu , 12 Mei 2019 | 14:47
5 Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Sahur
Sumber Foto: Freepik.
Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit bisa terjadi jika proses pengosongan lambung terhambat.
POPULER

JAKARTA - Setelah makan, saluran pencernaan kita akan mencerna makanan menjadi sari-sari makanan yang diserap oleh tubuh kita. Ketika kita mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dan lemak, dibutuhkan waktu sedikitnya 2 jam untuk memastikan saluran pencernaan kita mengolah makanan dan mengubahnya hingga siap diserap.

Proses pencernaan ini membutuhkan pasokan pembuluh darah. Itu sebabnya setelah makan, aktivitas yang membutuhkan banyak pasokan pembuluh darah seperti olahraga harus dihindari. Ketika kita tidur dalam jangka waktu 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan. Efeknya terjadi gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Makanan yang dikonsumsi tidak menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut 5 efek negatif tidur setelah sahur. 

1.   Kecenderungan akumulasi lemak

Sebuah penelitian mengungkapkan seseorang dengan riwayat keluarga obesitas, punya risiko kelebihan berat badan atau obesitas akan berlipat ganda jika ia langsung tidur setelah makan. Pada saat kita tidur, tubuh hanya membutuhkan sedikit energi sehingga makanan yang dikonsumsi tidak digunakan dan akan terkubur menjadi lemak.

2. Peningkatan asam lambung

Setiap kali makanan memasuki tubuh, asam lambung meningkat. Jika makanan tidak sepenuhnya dicerna lalu Anda tidur, asam lambung yang ada dapat mengiritasi dinding lambung. Gejala rasa sakit di sekitar lubang lambung, perut kiri atas, atau sensasi panas di dada. Bagi mereka yang memiliki riwayat maag, sebaiknya hindari kebiasaan tidur setelah makan.

3. GERD

Posisi telentang dapat menyebabkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna naik dari lambung menjadi kerongkongan. Keberadaan asam lambung di kerongkongan dapat menyebabkan iritasi, bahkan cedera. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa dan mulut pahit adalah gejala penyakit GERD atau gastroesophageal reflux disease. Ini menimbulkan ketidaknyamanan saat puasa. GERD dapat dicegah dengan membiarkan tubuh mencerna makanan terlebih dahulu, sebelum tidur.

4. Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit

Pengosongan lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua jam setelah makan. Namun, berbaring sambil tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung. Jika ini terus berlangsung gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit bisa terjadi. Makanan yang kaya lemak, gula, dan kafein juga harus dihindari dalam menu sahur. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan lancar.

5. Serangan jantung

Serangan jantung adalah kondisi yang paling ditakuti orang. Serangan jantung terjadi karena penyumbatan atau pendarahan. Serangan jantung akibat penyumbatan sering terjadi karena kebiasaan tidur setelah makan. Saat tidur, aliran darah ke otak harus dijaga sesuai kebutuhan. Jika perut terlibat dalam penggilingan makanan, suplai darah akan dibagi. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini terus terjadi, otak dapat kekurangan oksigen dan terjadi serangan jantung. Terkadang sulit menahan kantuk setelah sahur. Namun, tidak ada salahnya menahan sedikit waktu tidur demi kesehatan jangka panjang Anda. (E-4)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load